IDWS.ID

Unik

Salah Ketik Di Uang Kertas Baru, Otoritas Keuangan Australia Janji Akan Memperbaikinya

10 May 2019

Otoritas keuangan Australia mengakui adanya kesalahan ketik alias typo pada uang kertas pecahan 50 dolar yang baru-baru ini diluncurkan.

IDWS, Jumat, 10 Mei 2019 - Kesalahan tersebut sebenarnya sangat sepele dan nyaris tak terdeteksi apabila tidak diamati dengan seksama. Yakni kata "responsibility" yang ditulis "resposibilty" — kurang satu huruf 'i'. Namun, karena ini menyangkut mata uang suatu negara yang dengan wilayah luas serta merupakan negara bagian dari Inggris, tentunya kesalahan kecil tersebut bisa berakibat fatal.

 

Pecahan 50 dolar Australia di mana terjadi kesalahan ketik. (RESERVE BANK OF AUSTRALIA)

Uang kertas yang diluncurkan pada akhir tahun 2018 lalu itu telah diedarkan kurang lebih sekitar 46 juta eksemplar di seluruh penjuru Australia.

Bank sentral, Reserve Bank of Australia (RBA) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penerbitan dan peredaran uang tersebut mengakui kesalahan itu dan berjanji akan memperbaikinya pada cetakan berikutnya. Uang kertas tersebut menampilkan potret Edith Cowan, perempuan pertama yang menjadi anggota parlemen Australia. Kesalahan ketik tertera pada pidato pertama Cowan di parlemen yang ditulis sebagai latar fotonya.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

After a hot tip from the @triplemmelb family, we’ve found the spelling mistake on the new $50 note! #BreakingNews

A post shared by Hot Breakfast (@mmmhotbreakfast) on

 

"Merupakan tanggung jawab (responsibility) yang besar untuk menjadi satu-satunya perempuan di sini, dan saya ingin menekankan perlunya kehadiran perempuan lainnya di sini," bunyi pidato Cowan yang tercetak di uang kertas tersebut.

Sejak diluncurkan pada akhir 2018, baru enam bulan kemudian ditemukan kesalahan tersebut karena memang ukuran tulisan sangat kecil sehingga dibutuhkan kaca pembesar untuk mengamatinya dengan jelas.

Meski diakui adanya kesalahan penulisan, uang kertas tersebut masih tetap sah berlaku sebagai alat pembayaran.

 

(Stefanus/IDWS)


Sumber: BBC Indonesia

Share    

IDWS Promo