Kembali menelan korban luka. 6 dari sekitar 10 ribu laki-laki setengah telanjang yang mengikuti Hadaka Matsuri (Festival Pria Telanjang) di ritual tahunan Festival Saidaiji Eyo, harus dilarikan ke rumah sakit (21/2). 3 di antaranya tak sadarkan diri. Tradisi unik sejak Periode Moromachi (1336-1573) berpuncak pada acara Shingi Touka, perebutan 2 jimat tongkat kayu suci (Shingi), yang diyakini membawa keberuntungan setahun penuh.
Saidaiji Eyo tahun ini diadakan pada 21 Februari 2026 di Kuil Saidaji Kannonin, Okayama, Jepang. Sekitar 10 ribu laki-laki peserta ritual ini hanya memakai fundoshi atau celana dalam tradisional saja, di suhu yang biasanya 0°C di musim dingin. Pukul 22:00 JST, lampu utama kuil dimatikan untuk acara utama yakni Shingi Touka.
Shingi tak langsung perebutkan. Awalnya para biksu melempar sekitar 100 Kushigo ke peserta ritual. Kushigo adalah jimat tongkat kayu suci dengan ukuran kecil. Konsepnya adalah menyebarkan sebagian keberuntungan dibawa Shingi, untuk lebih banyak orang. Setelahnya, 2 Shingi sebagai jimat keberuntungan utama pun dilemparkan untuk diperebutkan.
Melansir dari Yomiuri Shimbun (22/2), pemerintah pusat Jepang secara resmi telah tetapkan festival unik ini sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2016. Festival ini selalu menelan korban luka, namun jarang ada korban jiwa. Di era modern, korban jiwa tercatat adalah 1 korban pada tahun 2007 dan 1987.