Seorang bintang film "adengan kimochi" asal Jepang dilaporkan tergerebek di Noble Hotel Tianmu oleh kepolisian Taipei pada 15 November tahun lalu. Pada 2 Juni 2026, beberapa media Taiwan mengungkap identitas pemain tersebut.
Dilaporkan ETtoday (2/6), wanita itu berciri memiliki tinggi 170 cm, debut di tahun 2024, berasal dari Fukushima, serta pernah dilabeli agensinya sebagai "keindahan natural setara harta karun nasional".
Laporan tersebut mencantumkan foto sang pemain "adengan kimochi". Meski bagian wajahnya disensor, warganet bisa mengenali bahwa itu adalah Fujisaki Mai, karena foto tersebut mencatut dari unggahan akun media sosial milik Fujisaki Mai.
Beberapa media termasuk Mirror Media Taiwan bahkan secara terang-terangan menyebut dan mencantumkan foto Fujisaki Mai tanpa sensor.
Sang pemain "adegan kimochi" disebut sebagai bagian dari jaringan sindikat prostitusi di Taiwan yang bertransaksi melalui grup aplikasi LINE.
Disebutkan sekali transaksi bertarif NT$ 35,000 (setara Rp 20 juta). Angka transaksi inilah yang membuat para warganet sangsi bahwa perempuan tersebut adalah Fujisaki Mai. Warganet menyebut angka itu terlalu kecil bagi level sang pemain "adegan kimochi".
Dalam video penggerebekan diunggah beberapa media Taiwan, wajah pelaku disensor. Ia sedang duduk di pinggir kasur, meletakkan tas di pangkuannya. Disebutkan raut wajahnya tampak ketakutan dan menangis ketika digiring ke kantor polisi.
Disebutkan bahwa ini bukan pertama kalinya ia bekerja sebagai pekerja seks jejaring sindikat prostitusi di Taiwan. Dirinya pun kemudian dideportasi sesuai peraturan hukum berlaku di Taiwan.
Tak hanya sang pemain "adengan kimochi" yang ditangkap. Kepolisian juga menangkap seorang pria bermarga Lian. Ia disebut sebagai supir pengantar yang dibayar jaringan sindikat prostitusi.
Lian mengaku dibayar NT$300 (setara Rp 170 ribu) per jam. Ia dijatuhi hukuman 3 bulan penjara atau membayar denda NT$90,000 (setara Rp 51 juta) karena berkonspirasi mendapatkan keuntungan prostitusi. Kasus ini masih dalam proses banding.
Per 3 Juni 2026, belum ada tanggapan atau klarifikasi dari pihak Fujisaki Mai ataupun "agensi kimochi" yang menaunginya, Idea Pocket.