Kepolisian Prefektur Kanagawa pada hari ini (12/5) berhasil menangkap remaja berusia 16, yang diduga sebagai dalang penyemprotan cairan misterius di kereta JR Tokaido Line.

Sebelumnya, dilaporkan oleh Kyodo News (10/5), insiden ini terjadi di dalam kereta JR Tokaido Line yang melaju dari Stasiun Odawara di Prefektur Kanagawa menuju ke Stasiun Takasaki di Prefektur Gunma.

Seorang ibu berusia 35 tahun yang berada di kereta bersama suami dan anak perempuannya yang berusia 1 tahun, mengeluhkan tenggorokan terasa seperti alami iritasi. Beberapa penumpang lain juga mencium aroma yang aneh (ada yang menyebut seperti merica) di dalam gerbong.

Pemadam Kebakaran menerima laporan pada 10 Mei 2026 sekitar pukul 16:30 JST, ketika kereta tersebut lakukan pemberhentian darurat di Stasiun Kawasaki di Prefektur Kanagawa.

Saat dilakukan pengecekan, tidak ditemukan unsur gas beracun. Insiden ini menyebabkan penundaan jadwal kereta sekitar 2 jam 15 menit.

Awalnya beredar laporan awal bahwa ada 10 penumpang yang dilarikan ke rumah sakit. Namun Kyodo (10/5) menyebut 3 orang yang dibawa ke rumah sakit.

Sehari setelah insiden, The Japan Times melaporkan (11/5) yang dibawa ke rumah sakit hanya 1 orang, yakni ibu berusia 30an tahun yang keluhkan iritasi tenggorokan. Gejalanya diyakini ringan.

Dari rekaman CCTV, pelaku penyemprotan disebut masuk ke dalam kereta dari Stasiun Yokohama bersama 5 remaja (lelaki dan perempuan) lainnya dan turun di Stasiun Kawasaki.

Remaja dalang penyemprotan ini memang telah mengakui melakukan aksinya. Namun kepolisian masih menyelidiki motif pelaku dan kandungan apa saja yang berada dalam cairan tersebut.