Kepolisian Tokyo meringkus 3 orang atas kasus live/siaran langsung aksi konten seksual atau "kimochi" yang diunggah di salah satu situs dewasa terbesar di dunia, Stripchat (11/6).

Dalam pemberitaan NTV News NNN (11/6), Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo (TMPD) ungkap ketiga pelaku adalah Shinkawa Shinya (pria, 31), Tomizuka Shosei (pria, 27), serta Miyajima Momoko (wanita, 22).

Pada bulan April tahun ini, mereka melakukan siaran langsung konten seksual di sebuah kamar hotel di Kabukicho. Versi gratis konten tersebut ditonton lebih dari 8.000 orang.

Mereka kemudian menggiring penonton untuk menoton versi berbayar. Disebutkan konten berbayar itu menghasilkan sekitar ¥ 1 juta (setara Rp 112 juta).

Para pelaku mengakui perbuatan mereka ketika diinterogasi oleh pihak kepolisian. Shinkawa mengaku melakukan aksinya demi uang dan telah melakukannya bersama sekitar 200 pemeran wanita.

Diketahui Shinkawa telah membuat konten siaran langsung seksual ini sejak Juni 2025. Kepolisian meyakini Shinya telah peroleh ¥ 100 juta (setara Rp 11 miliar) semenjak aksi pertamanya.

Sumber: TBS News Dig.

Selain Shinkawa, Tomizuka diyakini telah peroleh sekitar ¥ 5 juta (setara Rp 560 juta). Sejauh ini belum ada informasi kepolisian terkait Miyajima Momoko maupun pelaku lain yang pernah terlibat.

Respon warganet Jepang pun beragam, namun dari pemantauan IDWS, banyak yang menanggapinya dengan nada bercanda. Di antaranya, "kejahatan tanpa korban 😂", "mereka hanya 3 orang yang sial", "polisi hanya ingin melihat videonya", serta "polisi bertindak cepat untuk kasus tidak penting".