Dunia tipu-tipu memang tidak ada habisnya. Seorang manajer (36) rumah makan ramen populer, Kumamoto Ramen Ikugen di Namegawa, Saitama, Jepang, ditangkap Kepolisian Prefektur Saitama karena telah lakukan laporan palsu sebagai korban perampokan yang terjadi pada tahun lalu.

Melansir dari SoraNews24 (6/2) yang mengutip dari Saitama Shimbun (30/1), pelaku menelepon 110 sekitar pukul 09:40 JST pada 23 Oktober 2025. Ia mengaku rumah makan ramennya didatangi perampok sesaat setelah jam tutup. Dengan senjata pisau, perampok telah merampas uang tunai sekitar 670 ribu Yen dan memukul wajah sang manajer hingga terluka.

Kepolisian berusaha menemukan pelaku, namun tidak bisa menemukan bukti-bukti kuat dari rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian. Sebagai catatan, pemerintah Jepang memasang lebih dari 5 juta CCTV di seluruh penjuru Jepang sebagai sistem keamanan.

Penyelidikan lebih lanjut akhirnya menemukan bukti histori pencarian "rekayasa korban perampokan" di ponsel sang manajer ramen. Berkat bukti tersebut, terkuak bahwa pelapor telah merekayasa perampokan dialaminya.

Pelaku pelaporan palsu itu ditangkap Kepolisian Prefektur Saitama pada 29 Januari 2026 di Fujimicho, Konosu, Saitama. Pelapor sekaligus pelaku, mengaku melakukan rekayasa perampokan untuk penggelapan uang.

Adapun hasil penggelapan, pelaku menggunakan uang tersebut untuk judi pachinko dan kebutuhan sehari-hari. Sedangkan luka pukulan di wajahnya adalah berasal dari tindakannya sendiri (untuk menguatkan insiden perampokan).