Bukan sulap bukan sihir. Simulasi dilakukan EA Sports terhadap gelaran Piala Dunia, menghasilkan prediksi juara yang benar-benar terjadi di dunia nyata selama 5 kali berturut-turut. Prediksi terbaru yang menjadi kenyataan adalah terwujudnya Spanyol sebagai Piala Dunia 2026.
Prediksi juara dilakukan EA Sports dengan metode simulasi ini sebenarnya tidak sepenuhnya selalu benar. EA pertama kali melakukannya pada gelaran Piala Dunia 2006 menggunakan gim 2006 FIFA World Cup. Republik Ceko keluar sebagai juara. Namun realitanya, Italia yang mengangkat trofi juara. Prediksi pertama mereka salah.
Ketepatan prediksi juara ini baru akurat di edisi Piala Dunia 2010 dan selama 5 edisi berturut-turut. Meski menelurkan juara yang akurat, namun tidak dengan hasil seluruh pertandingan di gelaran Piala Dunia.
Piala Dunia 2026 digelar di Kanada, Meksiko, serta Amerika Serikat. Ini adalah edisi pertama Piala Dunia dengan format 48 tim negara, dari yang sebelumnya adalah 32. Final edisi ini mempertemukan Spanyol dan Argentina di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada 19 Juli 2026 waktu setempat.
Gol satu-satunya di final Piala Dunia 2026 dicetak oleh Ferran Torres pada menit ke-106 di babak tambahan waktu. Kemenangan ini mengantarkan Spanyol mengangkat trofi juara Piala Dunia untuk kedua kalinya.
Pertama kali Spanyol mengangkat trofi juara Piala Dunia adalah ketika menumbangkan Belanda 0-1 di edisi Piala Dunia 2010. Hal menarik terulang adalah kedua kemenangan Spanyol ini diraih hanya dengan 1 gol di babak tambahan waktu. Di kedua final dicapai Spanyol, juga ada 1 kartu merah untuk tim lawan. Sebuah pola atau kebetulan saja?