FIFA dan UEFA kembali berseteru. Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa itu menentang keras rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menjual minoritas saham pengelola Piala Dunia kepada investor swasta. Rencana ini disebut UEFA telah kelewatan batas dan berpotensi akan lakukan boikot Piala Dunia.

Dilaporkan BBC (29/7), 55 anggota UEFA akan mengadakan pertemuan darurat dalam pekan ini untuk membahas rencana kontroversial FIFA tersebut. UEFA menyebut pihak mereka tidak dilibatkan dalam pembahasan sebelum rencana kontroversial FIFA diungkap ke publik. Bukanlah hal mengejutkan jika UEFA akan melakukan boikot.

Bagaimana detail penjualan saham Piala Dunia ini? Melansir dari Reuters (28/7), FIFA berencana akan mendirikan anak perusahaan dengan valuasi sekitar $20 miliar untuk mengelola Piala Dunia. Dinamakan FIFA Forward Enterprise (FFE), mereka akan menawarkan hingga 20% saham kepada investor swasta.

FIFA beragumen bahwa rencana ini akan dapat membantu mengembangkan sepak bola secara global. Dengan skema ini, dikatakan bahwa 211 negara anggota FIFA akan mendapatkan akses terhadap dana pengembangan yang mencapai $20 juta, dari sebelumnya yang di angka $8 juta dalam periode 2027-30.

Proyek FFE ini dinilai membawa kepentingan politik pribadi Gianni Infantino. Hal ini terlihat dari kedekatannya dengan keluarga atau kroni Donald Trump dan kebijakannya dalam Piala Dunia 2026. Jika jabatan Infantino sebagai Presiden FIFA berakhir, ia kemungkinan besar juga akan menjadi komisaris dari FFE.