Aksi usaha penyelundupan narkoba melibatkan kucing terjadi di Rusia. Seekor kucing tertangkap petugas keamanan Koloni Pemasyarakatan atau kamp kerja paksa No. 17 (Ispravitelnaya Koloniya/IK-17) di Nizhny Novgorod.
Cara penyelundupan digunakan adalah memasangkan kalung kain berisi narkoba di leher kucing tersebut. Disebut metode penyelundupan dengan kalung kain ini telah diperbarui mekanismenya.
Diunggah di laman resmi Lembaga Pemasyarakatan Federal Rusia (Federalnaya Sluzhba Ispolneniya Nakazaniy/FSIN) pada 21 Juli 2026, di dalam kalung kain tersebut ditemukan paket berwarna hijau dan bubuk putih yang tak diketahui kandungannya.
Petugas mengerahkan anjing pendeteksi narkoba bernama Foxy untuk lakukan analisis awal. Akhirnya terkonfirmasi bahwa paket ditemukan tersebut adalah narkoba. Sang kucing pun dilepas setelah memastikan kondisinya aman.
Menggunakan kucing sebagai kurir narkoba bukanlah yang pertama kalinya terjadi di Rusia. Dilaporkan Izvestia pada 24 Oktober 2019, seekor kucing digunakan untuk menyelundupkan 5,79 gram hasis (resin dari ganja) dan 1,56 gram amfetamin di IK-10 Tatarstan. Di tempat yang sama pada tahun 2010, kucing juga dijadikan kurir heroin.
Tahun 2018, kucing digunakan untuk menyelundupkan narkoba di IK-6 Tula. Tak hanya narkoba, ternyata kucing juga pernah dijadikan kurir pembawa ponsel dan pengisi daya di IK-1 Komi pada tahun 2013.