Laporan unik sekaligus memprihatinkan datang dari Aceh. 4 calon murid SMK Negeri 1 Kutacane, Aceh Tenggara, disebut ditolak oleh Panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SMPB) tahun 2026.

Melansir dari Tribungayo via MSN (10/6), Sabri, S.Pd., selaku Kepala SMK Negeri 1 Kutacane jelaskan bahwa informasi itu benar adanya.

SPMB di SMK Negeri 1 Kutacane dibuka secara daring pada 30 Maret hingga 30 April 2026. Sabri menyebut pihak sekolah terpaksa menolak 4 pendaftar karena tak bisa membaca.

Selain ada yang ditolak karena tidak bisa membaca, Sabri katakan ada pula yang tidak bisa mengucapkan dua kalimat syahadat. Namun dirinya tak menyebut secara detail tentang para calon murid tersebut.

Mendapati laporan ini, Julkifli, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Tenggara, tegaskan pihaknya berencana akan mengecek asal sekolah mereka.

Kasus serupa ternyata pernah terjadi sebelumnya. Dr. Indra Utama, S.Pd., M.Pd., selaku Rektor Universitas Gunung Leuser, ungkap dirinya pernah menemui kasus mahasiswa tidak mampu membaca pada tahun 2008.

Indra Utama menyarankan untuk mencari solusi dan tidak saling menyalahkan. Ia menyebut para siswa tak bisa membaca itu masih bisa dibina atau diberi bimbingan secara khusus.