Warga Lochardil, Inverness, Skotlandia, dipusingkan dengan teror serangan seekor Burung Parkit sejak Februari tahun ini. Burung itu mematuk karet penutup jendela dan kaca depan mobil yang sedang terparkir.
Cathleen MacKinnon selaku warga lokal mengatakan di acara Out of Doors BBC Radio Skotlandia (30/5), "saya tidak pernah melihat burungnya, saya hanya melihat kerusakan yang burung itu sebabkan".
Disebutkan oleh Cathleen MacKinnon, ia mendengar rumor dari warga setempat bahwa ada yang menghabiskan £800 (setara Rp 19 juta) untuk melakukan perbaikan atas kerusakan ditimbulkan Si Burung Parkit.
Dalam laporan BBC (3/6), warga lain bernama Chrissanne Robertson katakan awalnya warga melihat Burung Parkit itu sebagai hewan yang indah, hingga kemudian mereka melihat kerusakan yang burung itu lakukan ke mobil-mobil warga.
Chrissane Robertson ungkap Si Burung Parkit kadang menghilang, namun kemudian kembali lagi. Ia memperkirakan Si Burung Parkit telah melakukan kerusakan yang ditaksir bernilai ribuan Poundsterling.
Warga setempat telah meminta bantuan RSPB dan SPCA Skotlandia, serta NatureScot, namun tidak menemukan solusi. "Si Burung Parkit Perusak" tetap berkeliaran melakukan kerusakan di Lochardil.
Mau tidak mau, warga setempat melakukan tindakan preventif secara mandiri. Mereka menutup mobil dengan sarung mobil, supaya Burung Parkit tidak melihat refleksi kaca mobil.
Melansir STV News (2/6), ada pula warga yang menaruh mainan ular di dashboard untuk menakuti Burung Parkit. Mengoleskan minyak peppermint di area karet juga dilakukan karena Burung Parkit tidak menyukainya.
Menurut RSPB, Burung Parkit adalah satu-satunya Burung Beo yang beradaptasi secara alami di Inggris dan sering terlihat di sekitar London, juga sebagian wilayah Tenggara Inggris.
Badan amal konservasi alam yang berfokus pada burung tersebut katakan ada sekitar 8.600 ekor yang berkembang biak. Namun Burung Parkit jarang ditemukan di bagian Utara Skotlandia. Sehinga "Si Burung Parkit Perusak" itu diperkirakan hewan peliharaan yang kabur.
Juru bicara NatureScot menyebut ahli satwa liar memiliki 3 teori utama atas perilaku merusak Burung Parkit itu; melindungi wilayah melawan refleksinya sendiri (dari kaca mobil), mencari lemak atau mineral tertentu dari karet, atau hanya iseng untuk meluapkan kebosanan.