Rekaman video aksi demo para murid SMAN 1 Pamanukan, Subang, viral di internet. Aksi tersebut terjadi saat upacara bendera di hari Senin (7/9) kemarin karena para siswa menuntut klarifikasi seorang Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) yang diduga melakukan pelecehan terhadap sejumlah siswi.

Edi Kanedi selaku Kepala Sekolah (Kepsek) katakan kepada TribunJabar (8/9), bahwa sebenarnya pihak sekolah telah melakukan penanganan terkait kasus ini, namun para murid lakukan aksi demo karena merasa tidak puas. Demo ini dilakukan seluruh murid yang totalnya mencapai 1.425 siswa.

Saat ini Wakasek terduga pelaku pelecehan telah dicopot sementara dari tugasnya. Ia dinonaktifkan dari jabatan Wakasek dan dinonaktifkan dari tugas mengajar. Informasi ini disampaikan Purwanto selaku Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) kepada Kompas pada Selasa, 8 September 2026.

Disdik Jabar telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dalam menangani kasus ini. Purwanto menyebut telah dihimpun sejumlah fakta terkait kasus ini termasuk dari bukti chat, penjelasan murid bersangkutan dan temannya, serta informasi dari Kepsek.

Selain mengusut terduga pelaku, Disdik Jabar berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) guna berikan pendampingan psikologis terhadap para siswi yang menjadi korban pelecehan.

Dilansir detikJabar (8/9), salah satu siswi bernisial DS yang menjadi korban mengungkap, aksi tak pantas Wakasek ini telah dilakukan cukup lama. Namun para korban tidak berani untuk bersuara.

Dalam kasus dialami DS, ia menerima pelecehan ketika menjadi panitia perpisahan sekolah pada 7 Mei 2026. Saat acara telah usai, DS membersihkan area gedung olahraga. Pelaku tiba-tiba saja memeluk DS dari belakang saat sedang berfoto.

DS merasa tidak nyaman, lalu menegur pelaku. Namun pelaku berdalih hubungan guru dan murid itu seperti ayah dan anak. Perilaku Wakasek ini akhirnya terbongkar setelah salah satu pengurus OSIS berani bersuara.

Menurut DS, ada 15-20 siswi yang akhirnya ikut berani bersuara melaporkan aksi tak pantas Wakasek kepada guru BK. Sedangkan Edi menyebut, untuk sementara ada 11-15 siswi yang tercatat telah melakukan laporan ke BK.