Berbarengan dengan pemeriksaan kesehatan kucing gratis dalam rangka memperingati Hari Zoonosis Sedunia, Lembaga Dakwa Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWN) DIY luncurkan Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu). Kucing pertama yang mendapatkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) adalah kucing bernama Messi.
Acara pemeriksaaan kesehatan kucing gratis ini diadakan di halaman Gedung Muhammadiyah DIY, Jalan Gedongkuning No. 130 B, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 5 Juli 2026. Disebutkan ada 60 ekor kucing yang mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam acara ini.
Muhammadiyah berkolaborasi dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) DIY dan melibatkan dokter hewan, mahasiswa Kedoteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), mahasiswa Teknologi Veteriner UGM, serta kader kesehatan dari Prodi Farmasi UGM, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Mengutip dari laman resmi Muhammadiyah, Afghan Azka Falah selaku Ketua Bidang Kesehatan DPP IMM DIY, mengungkap bahwa acara ini sebagai salah satu bentuk kepedulian kader IMM terhadap kesehatan sekaligus kesejahteraan hewan, khususnya kucing sebagai salah satu hewan peliharaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Terkait kucing bernama Messi, kucing tersebut adalah kucing yang dirawat oleh Wakil Ketua PWM DIY, Azman Latif. Katakan kepada detikJogja (7/7), Azman menyebut kucing betina tersebut diadopsi dari kerabatnya saat berusia sekitar 2 bulan dan kini telah berusia 15 tahun.
Kenapa bernama Messi? Azman katakan bahwa dirinya memang penggemar Lionel Messi. Oleh karena itu ia menamakan kucing tersebut Messi. Awal diadopsi, Messi bisa buang air di toilet tanpa diajari. Hingga kini Messi masih konsisten melakukan hal tersebut. "Jadi ndak perlu repot-repot," ucap Azman.
Ananto Isworo selaku Ketua LDK PWM DIY menyebut KucingMu menjadi ruang baru bagi dakwah Muhammadiyah untuk menjangkau komunitas pencinta hewan sekaligus perluas jangkauan persyarikatan di ruang publik. Mereka berharap KucingMu bisa terus berkembang dan menjadi inspirasi lahirnya komunitas-komunitas positif lainnya di lingkungan Muhammadiyah.