IDWS.ID

Unik

Munas HIPMI Ricuh, Agenda Pemilihan Ketua Baru Malah Saling Tinju

22 Nov 2022

Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVII yang digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Senin (21/11/2022) malam WIB berlangsung ricuh.

IDWS, Selasa, 22 November 2022 - Munas HIPMI yang dgelar di Hotel Alila Solo tersebut memiliki agenda penobatan ketua umum baru dengan tiga kandidat, namun malah berakhir dengan adu jotos. Ketiga calon ketua umum tersebut adalah Wakil Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari, Sekretaris Jenderal Bagas Adhadirgha, serta Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI Anggawira.

Video dari perkelahian tersebut bahkan jadi viral di media sosial.

Acara dikemas selama satu jam dengan menghadirkan sejumlah panelis untuk menguji para kandidat. Keempat panelis tersebut adalah Ketua Umum BPP HIPMI Periode 1972-1973 yang juga Founder/Pendiri Hipmi Abdul Latief, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid, serta Ekonom yang juga Guru Besar Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (JIE FEB UB) Ahmad Erani Yustika.

Munas HIPMI dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 21-23 November 2022. Munas tersebut sempat dibuka juga oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), kepala negara menekankan agar para pengusaha menjaga agar kondisi politik tetap adem. Namun kini Munas HIPMI XVII justru diwarnai kericuhan.

Keributan bermula usai ketiga kandidat ketum selesai berdebat, yang kemudian menimbulkan banyaknya interupsi sehingga membuat munas diskors karena situasi semakin tidak kondisif. Namun bukannya mendinginkan kepala, beberapa orang malah terlibat adu jotos. Seorang korban berinisial AAA (40) warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengalami luka dan dibaw ke Rumah Sakit Dr. Moewardi.

Hanya saja alasan pasti kenapa mereka malah berkelahi masih belum jelas.

Ketua Organizing Committe (OC) Munas Hipmi XVII Muhammad Ali Affandi, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya keributan tersebut.

"Ini lagi saya cek (penyebab), soalnya ada berbagai macam versi (kejadian)," kata Muhammad Ali Affandi, Selasa (22/11/2022), dikutip dari Kompas.com.

Meskipun demikian, ia mengaku kericuhan ini terjadi di luar sidang pleno Munas, diduga adanya kesalahpahaman antarpeserta Munas.

"Kejadiannya ini sudah selesai sidang pleno ditutup. (Adu jotos) di jalan keluar, kayaknya sih kalau saya lihat, miskomunikasi, salah paham," ucapnya.

"Kita utamakan kekeluargaan, jadi mau dimediasi. Prinsipnya untuk menghindari miskomunikasi dan interprestasi. (Pelaksanaan pleno) di-skors nanti kita lanjutkan dengan agenda forum ketum dulu untuk menyamakan persepsi dulu," jelasnya.

 

(Stefanus/IDWS)


Sumber: detikcom, Kompas.com

Share    

IDWS Promo