IDWS.ID

Bola Nasional

Kerusuhan Laga Arema FC vs. Persebaya Timbulkan 130 Korban Jiwa, Sanksi Berat FIFA Menanti Indonesia

02 Oct 2022

Kerusuhan terjadi dalam usai laga BRI Liga 1 pekan ke-11 antara Arema Malang vs. Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, hari Sabtu (1/10/2022) kemarin malam.  Laga berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Persebaya namun menelan begitu banyak korban jiwa.

*Update Minggu 2 Oktober 2022 pukul 15.30 WIB: Korban jiwa kerusuhan Kanjuruhan bertambah menjadi 174 orang.

IDWS, Minggu, 2 Oktober 2022 - Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyatakan bahwa kerusuhan itu bermula ketika sekitar tiga ribu suporter turun ke lapangan pasca pertandingan. Mereka tidak puas dengan kekalahan tim kesayangannya di kandang sendiri.

"Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan," kata Nico dalam konferensi pers Minggu (2/10/2022), seperti dikutip dari Tempo.

 

Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10).(CNNIndonesia.com/ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.)

Gerombolan suporter Arema FC yang kecewa dilaporkan mengejar para pemain dan ofisial pertandingan. Hal itu membuat petugas keamanan berusaha mencegahnya dengan melepas tembakan gas air mata karena tindakan pendukung Singo Edan dinilai telah membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," kata Nico.

 

Sejumlah petugas keamana terlihat berusaha mengamankan salah satu suporter Arema yang masuk ke lapangan usai laga melawan Persebaya. (CNNIndonesia.com/AP Photo/Yudha Prabowo)

34 orang dilaporkan meninggal di stadion. Sedangkan sisanya meninggal dibawa dengan ambulans, atau menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit. Kerusuhan itu juga mengakibatkan rusaknya sejumlah mobil polisi oleh amukan suporter.

 

Korban jiwa capai 130 orang

 

Seorang petugas keamanan membawa salah satu suporter yang terluka karena insiden bentrokan suporter dengan petugas keamanan usai laga Arema vs Persebaya. (CNNIndonesia.com/AP Photo/Yudha Prabowo)

Nico sebelumnya menyebut bahwa korban jiwa akibat kerusuhan itu mencapai 127 orang dan ratusan lainnya luka-luka. Namun angka itu terus bertambah.

"Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri," ucap Nico seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Kadinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Widodo mengungkapkan bahwa kerusuhan dalam pertandingan antara Arema FC vs. Persebaya Surabaya pada Sabtu malam kemarin telah menelan 130 korban jiwa.

"Meninggal dunia ada 130 orang. Jadi bertambah satu. Para korban yang sudah teridentifikasi langsung kita bawa ke rumahnya masing-masing," ucap Wijayanto kepada CNN TV, dikutip dari CNNIndonesia.com.

 

Suasana di dalam Stadion Kanjuruhan saat tragedi terjadi usai Arema FC vs Persebaya. Setidaknya 127 orang meninggal karena tragedi ini. (CNNIndonesia.com/AFP)

"Yang masih ada di dua Rumah Sakit Pemerintah adalah dua korban meninggal yang tidak teridentifikasi. Sisanya yang di RS memang yang tidak teridentifikasi oleh keluarga atau kerabat," tambahnya.

 

Dampak dari kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengumumkan dalam situs resmi PSSI bahwa Arema FC dilarang menggelar pertandingan di kandangnya dalam sisa pertandingan di BRI Liga 1 Musim 2022/23. Selain itu, kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 juga dihentikan sementara selama satu pekan.

 

Sejumlah mobil kendaraan polisi terlihat rusak usai kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Jumlah 127 orang meninggal merupakan rekor terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia. (CNNIndonesia.com/AP Photo/Yudha Prabowo)

"PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang," kata Iriawan.

"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," lanjutnya.

 

Sejumlah mobil kendaraan polisi terlihat rusak usai kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Jumlah 127 orang meninggal merupakan rekor terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia. (CNNIndonesia.com/AP Photo/Yudha Prabowo)

Iriawan menambahkan bahwa PSSI mendukung pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini. Apalagi kejadian ini sangat mencoreng wajah sepak bola Indonesia.. Hingga saat ini, Ketum PSSI terus berkoordinasi dengan pihak internal PSSI dan eksternal dalam hal ini aparat penegak hukum dan panpel Arema FC.

 

Penggunaan gas air mata melanggar regulasi FIFA

Keputusan pihak kepolisian dalam pertandingan Arema FC vs. Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) kemarin ternyata melanggar regulasi keamanan FIFA (badan induk sepakbola dunia) yang tercantum dalam pedoman "FIFA Stadium Safety and Securty Regulation".

 

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai Arema vs Persebaya. Insiden ini membuat penumpukkan massa terjadi hingga suporter terinjak-injak. (CNNIndonesia.com/ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.)

Pada pasal 19 poin B disebutkan bahwa petugas keamanan pertandingan dilarang keras menggunakan senjata api maupun gas air mata untuk mengendalikan massa dalam keadaan apapun.

(19) Petugas di pinggir lapangan

Untuk melindungi para pemain dan ofisial serta menjaga ketertiban umum, diperlukan penempatan steward dan/atau polisi di sekeliling lapangan permainan. Saat melakukannya, pedoman berikut harus dipertimbangkan:

a) Setiap steward atau petugas polisi yang ditempatkan di sekitar lapangan permainan kemungkinan besar akan direkam di televisi, dan oleh karena itu perilaku dan penampilan mereka harus memiliki standar tertinggi setiap saat.

b) Tidak ada senjata api atau “gas pengendali massa” yang boleh dibawa atau digunakan.

 

Regulasi resmi dari FIFA yang melarang keras penggunaan gas air mata dalam pertandingan sepakbola resmi. (FIFA)

Dengan begitu, Indonesia bisa terancam akan mendapat sanksi berat dari FIFA. Tragedi Kanjuruhan semalam mengakibatkan korban jiwa yang jauh lebih banyak dari tragedi Heysel yang terjadi pada 29 Mei 1985. Dalam tragedi Heysel yang mempertemukan Juventus vs. Liverpool di gelaran Liga Champions Eropa (saat itu masih bernama Piala Champions), korban jiwa mencapai 39 orang. Tanggal 31 Mei 1985, FIFA langsung menghukum sepakbola Inggris dengan melarang klub-klub Liga Inggris berlakga di kompetisi Eropa selama lima tahun.

Salah satu ancaman sanksi adalah status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-23 berpotensi dicopot. Selain itu keikutsertaan timnas maupun klub sepakbola Indonesia di ajang internasional juga terancam. Hingga artike lini ditulis, belum ada pengumuman resmi dari FIFA mengenai sanksi terhadap sepakbola Indonesia. Diperkirakan FIFA akan lebih dulu menggelar Kongres Luar Biasa sebelum menjatuhkan sanksi.

 

(Stefanus/IDWS)


Sumber: Tempo, PSSI, CNNIndonesia.com

Share    

IDWS Promo