IDWS.ID

Bola Internasional

6 Klub Top Liga Inggris Mundur Dari European Super League

21 Apr 2021

Enam tim Liga Primer Inggris (EPL) yang sebelumnya telah mengumumkan bergabung dengan European Super League (ESL) kini mengundurkan diri dari kompetisi tandingan Liga Champions Eropa (UCL) itu.

IDWS, Rabu, 21 April 2021 - Manchester City jadi klub EPL pertama yang mengundurkan diri dari ESl setelah Chelsea memberi sinyal akan menyiapkan dokumen untuk mundur dari ESL. Tak lama kemudian, empat tim lainnya — Arsenal, Liverpool, Manchester United, dan Tottenham Hotspur, juga turut serta mengundurkan diri.

Duo Serie-A AC Milan dan Inter juga dilaporkan tak lagi ingin terlibat dengan ESL dan kini mempersiapkan dokumen untuk mundur dari kompetisi itu.

 

Drama 48 jam sepakbola Eropa

Seperti dilaporkan sebelumnya, 12 tim elite Eropa yang terdiri dari AC Milan, Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Real Madrid, dan Tottenham Hotspur, mengumumkan dibentuknya European Super Cup pada Minggu (18/4/2021). Akan tetapi dibentuknya ESL mendapat kecaman keras dari kalangan penggemar sepakbola, pendukung klub-klub yang terlibat, serta banyak tokoh sepakbola.

Terbentuknya ESL sendiri diprakarsai oleh beberapa tokoh penting di sepakbola, seperti Florentino Perez (presiden Real Madrid), Joel Glazer (pemilik Manchester United), Andrea Agnelli (presiden Juvnetus), hingga John W Henry (pemilik Liverpool). Kompetisi tandingan UCL itu dilaporkan didanai oleh bank investasi asal Amerika Serikat, J.P. Morgan.

Bahkan tokoh-tokoh yang terlibat dalam pembentukan ESL juga telah mundur dari jabatan mereka di Asosiasi Klub Eropa (ECA) atau di UEFA. Seperti Andrea Agnelli yang mundur dari jabatannya sebagai presiden ECA sekaligus anggota dari Komite Eksekutif UEFA. Beberapa klub yang hendak bergabung dengan ESL juga telah keluar dari keanggotaan ECA.

 

Dua penggemar Liverpool membawa spanduk yang mengkritik Fenway's Group, perusahaan pemilik Liverpool, sebagai perusahaan yang super serakah. (The Guardian)

Namun protes serta kecaman keras dari berbagai pihak, terutama para pemain, penggemar, serta eks pemain maupun pelatih dari klub-klub yang terlibat dengan ESL membuat mereka berpikir ulang. Apalagi, UEFA mengancam para pemain dari klub yang bergabung ke ESL tidak diperbolehkan berlaga di Piala Dunia atau Piala Eropa. Sedangkan 12 klub pendiri ESL juga akan dilarang berlaga di liga domestik masing-masing.

Akhirnya beberapa klub ESL pun mulai mundur satu demi satu.

Manchester City telah memberi konfirmasi bahwa mereka telah "resmi menjalani prosedur untuk mundur" dari ESL.

Liverpool menyatakan bahwa keterlibatan mereka dengan kompetisi tandingan UCL itu "telah dihentikan".

Manchester United mengaku telah "mendengarkan reaksi dari para penggemar, pemerintah Inggris, dan para pemegang saham kunci" sebelum membuat keputusan untuk tidak ambil bagian di ESL.

Arsenal lewat sebuah surat terbuka kepada para penggemarnya mengatakan bahwa mereka telah "membuat kesalahan", dan menambahkan bahwa klub asal Londoin itu mengundurkan diri setelah mendengarkan para penggemar dan "komunitas sepakbola yang lebih luas".

Presiden Tottenham, Daniel Levy, mengatakan bahwa klubnya menyesal akan "kecemasan dan kejengkelan" yang ditimbulkan oleh keterlibatan mereka dengan ESL.

Chelsea telah mengonfirmasi bahwa mereka "telah memulai prosedur untuk mundur dari grup [ESL]".

 

Perdana Menteri Inggris turun tangan

Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyambut niat para klub yang ingin mengundurkan diri dari ESL.

"Saya bilang kemarin bahwa adalah terhormat untuk mengakui kesalahan dan klub-klub ini telah melakukan satu kesalahan besar," kata Ceferin.

Ia menambahkan bahwa hal yang paling penting sekarang adalah membangun kembali persatuan yang sempat runtuh karena eksistensi kompetisi tandingan UCL ini.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bahkan sempat turun tangan dengan mengancam bahwa pemerintah Inggris akan menggunakan apa yang ia sebut sebagai "bom legislatif" kepada klub-klub Inggris yang mengikuti ESL.

 

Sekitar 1.000 penggemar Chelsea berunjuk rasa di luar Stamford Bridge pada Selasa (20/4/2021) menentang keterlibatan klub dengan ESL. (Getty Images)

Pernyataan itu ia lontarkan dalam sebuah rapah bersama Oliver Dowden (Menteri Kebudayaan dan Olahraga Inggris), para petinggi FA (PSSI-nya Liga Inggris) dan EPL, serta perwakilan dari suporter Liverpool, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Pada akhirnya Boris Johnson menyambut baik keputusan enam klub EPL yang akhirnya mundur dari ESL lewat unggahannya di Twitter. "Ini adalah hasil yang tepat bagi para penggemar sepakbola, klub, dan komunitas di seluruh Inggris. Kita harus terus melindungi olahraga yang disayangi negara kita," tulis Boris Johnson.

Sebelumnya, keputusan enam tim elite EPL untuk mengikuti ESL mengundang kecaman keras dari para penggemarnya, otoritas sepakbola Eropa dan Inggris, hingga pemerintah Inggris sendiri. Banyak penggemar yang melakukan unjuk rasa di stadion klub. Salah satunya adalah sekitar seribu penggemar Chelsea yang berunjuk rasa di luar Stamford Bridge sebelum laga antara Chelsea melawan Brighton pada Selasa (20/4/2021) di mana legenda The Blues Petr Cech sampai harus turun tangan untuk menenangkan para penggemar.

 

Petr Cech berusaha menenangkan para penggemar Chelsea yang berunjuk rasa di luar Stamford Bridge pada Selasa (20/4/2021). (Getty Images)

Wakil presiden eksekutif Manchester United, Ed Woodward — yang terlibat dalam diskusi pembentukan ESL, telah mengumumkan akan mundur dari jabatannya di The Reds Devil pada akhir tahun 2021.

Pada senin (19/4/2021), UEFA juga telah mengumumkan format baru UCL yang akan melibatkan 36 tim dari sebelumnya hanya 32 tim.

Kini dengan mundurnya enam klub EPL serta AC Milan dan Inter, hanya tersisa empat klub saja di ESL: Real Madrid, Barcelona, Atletico, dan Juventus. Hampir bisa dipastikan ESL tidak akan berlanjut dengan hanya empat kompetitor, namun keempat klub itu belum mengumumkan apapun sejauh ini.

 

(Stefanus/IDWS)

Share    

IDWS Promo