IDWS.ID

Bola Internasional

Eks Manajer Liverpool, Gerard Houllier, Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

14 Dec 2020

Eks manager Liverpool, Gerard Houllier, dikabarkan meninggal dunia di usia 73 tahun.

IDWS, Senin, 14 Desember 2020 - Dalam rentang 1998-2004 melatih the Reds (julukan Liverpool), manajer asal Prancis itu memimpin klub yang bermarkas di Anfield tersebut meraih lima piala — termasuk treble winners Piala FA, Piala Liga, dan Piala UEFA (kini Europa League) pada musim 2000-01.

Sebelum melatih Liverpool, Houllier sempat membesut Lens, Paris Saint-Germaind, dan Timnas Prancis. Ia juga mengantarkan Lyon menjuarai dua titel Ligue 1 setelah pergi dari Anfield.

 

Gerad Houllier (tengah) mengikuti selebrasi treble-winner Liverpool pada musim 2000-01 bersama Steven Gerard (kiri) dan Sami Hyypia. (Getty Images)

Klub terakhir dalam karir kepelatihannya adalah Aston Villa, namun ia terpaksa mundur pada 2011 setelah 9 bulan melatih karena masalah jantung.

"Kami sangat berduka atas kepergian dari manajer yang mengantarkan treble-winner kepada kami, Gerard Houllier," bunyi pernyataan Liverpool lewat akun Twitter resminya, @LFC.

We are mourning the passing of our treble-winning manager, Gerard Houllier.

The thoughts of everyone at Liverpool Football Club are with Gerard’s family and many friends.

Rest in peace, Gerard Houllier 1947-2020. pic.twitter.com/isHGXIfe5E
— Liverpool FC (@LFC) December 14, 2020

 

"Segenap hati seluruh anggota Liverpool Football Club bersama dengan keluarga dan teman-teman Gerard [Houllier]. Rest in peace, Gerard Houllier 1947-2020," pungkas Liverpool.

Nama Gerard Houllier sebagai manajer mulai naik ketika melatih Lens dan PSG pada periode 1980an sebelum kemudian melatih Timnas Prancis pada 1992.

Akan tetapi, Les Bleus (julukan Timnas Prancis) gagal lolos ke Piala Dunia 1994 di mana Houllier menyalahkan pemain sayap David Ginola. Ia kemudian mundur dari jabatannya sebagai pelatih timnas.

Pada 1998, ia pindah ke Inggris untuk melatih Liverpool bersama dengan Roy Evans sebagai co-manajer.

Tiga bulan kemudian Evans mengundurkan dir, dan Houllier memulai karirnya sebagai manajer penuh di Liverpool hingga berhasil membawa the Reds meraih treble pada musm 2000-01.

Oktober 2001, Houllier menjalani operasi jantung setelah ia mengalami kesakitan pada bagian dada dalam laga Liga Inggris melawan Leeds, dan kemudian kembali ke Anfield hingga pergi tiga tahun kemudian atau pada tahun 2004.

Setelah meninggalkan Liverpool, ia memimpin Lyon menjuarai 2 titel Liga Prancis sebelum kemudian bergabung dengan federasi sepakbola Prancis, FFF, pada tahun 2007. Akan tetapi ia kemudian tergiur untuk kembali melatih dan akhirnya berlabuh ke klub Inggris, Aston Villa dengan meneken kontrak pada September 2010 berdurasi 3 tahun.

Akan tetapi pada bulan April di tahun yang sama, Houllier terpaksa menginap di rumah sakit karena sakit di agian dadanya dan Gary McAllister menggantikan tugasnya dan berhasil menghindarkan Aston Villa dari degradasi.

Houllier kemudian mundur dari jabatannya sebagai manajer Aston Villa pada akhir musim 2010-11 karena masalah kesehatan. Kemudian ia juga sempat menjabat sebagai Head of Football di Red Bull, dan kemudian pada bulan November, menjadi direktur teknis bagi klub sepakbola wanita Lyon dan OL Reign.

 

(Stefanus/IDWS)

Share    

IDWS Promo