Seorang mahasiswa aktif Program Studi Sarjana Psikologi Universitas Aisyiah (Unisa) Yogyakarta dikabarkan berpakaian dan berperilaku menyerupai wanita di lingkungan kampus, serta memasuki toilet wanita.

Kasus ini awalnya diungkap oleh akun Majelis Kocak Unisa di akun Instagram 'mkc.unisa' pada 17 Juli 2026. Disebut kekecewaan memuncak karena alih-alih ditindak tegas, oknum dosen justru kedapatan membuat konten bersama mahasiswa bersangkutan.

MKC Unisa katakan pembiaran dari pihak birokrasi ini telah menjadi tamparan keras bagi jargon "Kampus Islam Berkemajuan" dan merusak syariat Islam di bawah panji Muhammadiyah-'Aisyiyah. Mereka mendesak rektorat untuk mengusut tegas kasus ini hingga tuntas.

Melalui hak jawab via kumparanNEWS, Unisa berikan pernyataannya (1/7). Disebutkan Tim Etik Unisa Yogyakarta tengah menjalankan proses investigasi sesuai SOP yang berlaku, untuk menemukan kebenarannya.

Hasil investigasi awal tidak menemukan fakta bahwa mahasiswa tersebut masuk ke toilet wanita. Unisa Yogyakarta berharap semua masyarakat mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Pihak Unisa Yogyakarta akan mengambil keputusan berdasarkan rekomendasi tim investigasi, baik berupa pembinaan maupun sanksi yang lebih berat, tergantung jenis pelanggaran yang dilakukan.

Sebelumnya beredar pemberitaan mahasiswa tersebut telah dijatuhi sanksi Drop Out (DO). Namun pihak Unisa yakni Wakil Rektor III Unisa Yogyakarta, Prof. Mufdlilah, katakan bahwa mahasiswa yang disebut berpenampilan tidak sebagaimana mestinya itu tengah dibina dan belum disanksi DO.

Dilaporkan detikJogja (1/7), ini bukan kasus pertama kalinya Unisa menangani kasus serupa. Pada kasus sebelumnya, Unisa memberikan sanksi DO bagi mahasiswa tersebut. Mufdlilah nyatakan kampus akan terus lakukan penguatan sistem pembinaan kemahasiswaan.