IDWS.ID

Berita Nasional

Heboh Pelecehan Seksual di Stasiun Ciamis oleh Petugas Kebersihan, Sampai ke Telinga Erick Thohir

05 Aug 2022

Seorang wanita jadi korban pelecehan seksual di Stasiun Ciamis, Jawa Barat. Ia lalu melapor ke petugas KAL di sana yang untungnya bergerak cepat membantu.

IDWS, Jumat, 5 Agustus 2022 -  Korban, seorang wanita bernama Isfihany Fida, membeberkan pelecehan seksual yang ia alami di Stasiun Ciamis lewat akun Twitternya @Istihanyfida. Pada saat itu, Fida menggunakan jasa kereta api menuju Kota Ciamis. Dirinya tiba di Stasiun ciamis pada hari Senin (1/8/2022) pukul 17.08 WIB menaiki KA Serayu dari Bandung. Ia lalu menuju ke toilet wanita untuk buang air kecil. Terdapat 4 ruang dalam toilet wanita tersebut, di mana Fida memilih ruangan kedua di sebelah kiri. Pada saat itu ruang paling kiri tertutup dan sisanya kosong.

Selesai buang air kecil dan masih dalam posisi jongkok, Fida merasa ada yang melihat dirinya dengan ponsel dari ruang kosong di sebelahnya, lewat celah antar ruangan di bagian bawah yang memang terbuka.

 

Oknum petugas kebersihan terduga pelaku pelecehan seksual di Stasiun Ciamis, Jawa Barat. (Foto: ciamis.info)

Fida spontan keluar dari ruangan tersebut lalu cuci tangan sambil bertanya-tanya apakah benar dirinya dilihat seseorang tadi. Ia lalu mencoba mengetuk pintu ruangan di sebelah ruang dirinya buang air kecil tadi namun tidak ada jawaban, sedangkan pintunya tak bisa dibuka. Kebetulan Fida melihat ada petugas sekuriti stasiun yang tengah lewat dan langsung meminta bantuan.

Petugas KAI bergerak cepat dengan melapor kepada Kepala Stasiun Ciamis, yang langsung menemui Fida untuk menjelaskan kronologi kejadian. Kemudian Fida ditemani petugas sekuriti, petugas KAL, dan kepala Stasiun kemudian menunggu orang yang diduga mengintip Fida buang air kecil tadi. Sedangkan petugas sekuriti menolak masuk karena dikhawatirkan ada wanita di dalam toilet tersebut.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya seseorang keluar dari toilet wanita tersebut, yang diketahui adalah seorang petugas kebersihan (cleaning service) berinisial AS. Ketika ditanya apakah benar ia mengintip Fida, oknum itu bersikeras membantah. Akhirnya kepala Stasiun Ciamis melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Dua orang petugas kepolisian dari Polsek Ciamis datang menangani perkara itu untuk menginterogasi AS.

Interogasi AS melibatkan petugas polisi, perwakilan perusahaan PT Reska yang merupakan vendor cleaning service yang membawahi terduga pelaku. AS akhirnya mengaku merekan Fida, namun bukti-buktinya telah ia hapus, sehingga polisi meminta Fida berdamai dengan AS. Namun Fida menolak, dan akhirnya PT KAI membebastugaskan AS dari pekerjaannya.

Erick Thohir tegaskan tidak akan toleransi pelecehan seksual di lingkungan BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku tindakan pelecehan seksual dalam lingkungan BUMN usai munculnya kasus pelecehan seksual di Stasiun Ciamis baru-baru ini.

Mantan pemilik klub sepakbola Inter Milan itu mengecam keras perbuatan tidak bermoral oknum petugas kebersihan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terhadap seorang penumpang kereta api di Stasiun Ciamis, Jawa Barat.

"Sejak awal, Kementerian BUMN dan BUMN berkomitmen tidak memberikan ruang sedikit pun bagi para pelaku pelecehan seksual," ujar Erick di Jakarta, Jumat (5/8/2022), seperti dikutip dari suara.com.

Erick Thohir telah mewanti-wanti seluruh BUMN menerapkan lingkungan kerja yang sehat. Bahkan, Erick telah mengeluarkan surat edaran nomor SE-3/MBU/04/2022 tentang kebijakan berperilaku saling menghargai di tempat kerja atau respectful workplace policy (WRP) pada April lalu.

Aturan tersebut dikeluarkan sebagai bentuk konkrit menyediakan lingkungan kerja yang saling menghormati, bebas dari diskriminasi, pengucilan atau pembatasan, pelecehan, perundungan, dan berbagai bentuk kekerasan lainnya serta menjunjung tinggi martabat dan harga diri, untuk menjaga produktivitasnya selama bekerja.

"Lingkungan kerja sehat yang bebas diskriminasi dan pelecehan tak sebatas di dalam internal BUMN, melainkan harus terimplementasi dalam pelayanan publik," ucap Erick.

Selain itu, Erick juga memuji keberanian penumpang yang melaporkan tindakan tersebut. Erick berharap para penumpang yang lain pun tidak segan-segan melapor jika mengalami kejadian serupa.

 

(Stefanus/IDWS)


Sumber: Suara.com/ciamis.info

Share    

IDWS Promo