IDWS.ID

Berita Nasional

Jember Dihebohkan Wafer Berisi Staples dan Potongan Silet yang Dibagikan Kepada Anak-anak

04 Aug 2021

Jember, Jawa Timur, tengah dihebohkan oleh wafer berisi potongan silet yang dibagikan ke anak-anak. Pelaku seorang pria kini sudah ditangkap oleh polisi.

IDWS, Rabu, 4 Agustus 2021 - Saat ini, pria yang diduga menyebarkan wafer berisi potongan silet dan staples itu dikabarkan tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres Jamber.

"Kita berhasil mengamankan pria terduga pelaku yang menyebarkan snack wafer yang berisi benda tajam di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang," kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Selasa (3/8/2021), seperti dikutip dari detikcom.

Terduga pelaku seorang pria berinisial AG (43) itu disebut merupakan warga sekitar di lokasi tempat disebarkannya wafer tersebut. Menurut polisi, pria itu adalah seorang pengangguran.

 

Wafer berisi potongan silet yang dibagikan seorang pria di Jember, Jawa Timur. (Mapolres Jember/detikcom/istimewa)

"Dia kita tangkap di sekitar rumahnya. Pria ini merupakan pengangguran dan selama ini tinggal sendiri," kata Komang.

Pelaku disebut membeli wafer itu di toko, lalu membuka bungkusnya untuk diisi potongan silet dan staples.

"Setelah bungkus dibuka, kemudian potongan silet dimasukkan di sela-sela wafer. Kemudian bungkus wafer ditutup lagi dengan korek api (dipanaskan). Oleh pelaku, wafer itu kemudian ditaruh di depan rumah warga yang berada di tepi jalan. Yang mengambil rata-rata anak-anak," terang Komang.

Wafer tersebut dibagikan ke anak-anak di Jalan Cumedak dan Jalan Manggis, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Warga Jalan Manggis, Dibyo mengaku, anaknya merupakan salah satu yang sempat menerima wafer berisi potongan silet itu. Saat itu, pelaku menaruh wafer tersebut di depan rumah.

"Ditaruh di depan rumah. Terus diambil anak saya. Bukan hanya wafer. Ada bubuk sereal. Di dalam bubuk sereal itu juga ada potongan siletnya," kata Dibyo.

Pelaku sempat dikejar warga, namun berhasil kabur sebelum kemudian ditangkap polisi.

Lebih lanjut lagi, polisi menduga pelaku menderita paranoia, yakni penyakit kejiwaan yang membuat penderita berpikir aneh-aneh dan berlebihaan hingga mencapai taraf khalayan.

"Dugaan awal pelaku ini mungkin paranoid. Seperti orang yang ketakutan tanpa alasan yang masuk akal," sebut Komang.

 

(Stefanus/IDWS)


Sumber: detikcom

Share    

IDWS Promo