IDWS.ID

Berita Nasional

Hoaks Vaksin Sinovac 'Only for Clinical Trial' Akan Disuntikkan ke Masyarakat Dalam Vaksinasi COVID-19

05 Jan 2021

Gambar bungkus vaksin Sinovac bertuliskan "Only for clinical trial" jadi sorotan di media sosial Indonesia. Bagaimana kebenarannya?

IDWS, Selasa, 5 Januari 2021 - Dalam unggahan gambar yang muncul pada Sabtu (2/1/2021) itu, disebutkan bahwa vaksin Sinovac berlabel "Only for Clinical Trial" atau "hanya untuk uji klinis" tersebut akan disuntikkan kepada masyarakat sebagai bagian dari vaksinasi 2021.

Namun, informasi itu dibantah oleh dokter penguji vaksin Sinovac dan pihak BPOM.

Dari laporan Kompas.com pada Selasa (5/1/2021), informasi vaksin Sinovac untuk uji klinis akan digunakan dalam vaksinasi 2021 itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook Lading Lamba pada Sabtu (2/1/2021). Berikut ini yang ia tulis dalam posting tersebut, mengutip Kompas.com:

Coba perhatikan kemasan Vaksin Sinovac Covid-19 yang akan di suntikkan kepada warga.

Jelas bertuliskan 'Only for clinical trial' (Hanya untuk uji coba klinis alias untuk kelinci percobaan).

Dan perhatikan 'Composition and Description' Yaitu berasal dari Vero Cell atau berasal dari jaringan Kera hijau Afrika (Jelas tidak halal), kemudian mengandung Virus hidup yang dilemahkan, dan mengandung bahan dasar berbahaya (Boraks, formaline, aluminium, merkuri, dll). Belum lagi yang tidak tertulis pada kemasan yaitu tidak ada jaminan tidak tertular penyakit setelah di vaksin dan tidak ada jaminan atau kompensasi dari perusahaan Sinovac jika terjadi cedera vaksin atau KIPI pada korban Vaksin.

Sumber yang membahas efek samping vaksin Sinovac Covid-19: Hasil keterangan FDA klik https://www.fda.gov/media/143557/download... Hasbunallah wani'mal wakiil.

Penulis informasi itu juga menambahkan foto kemasan vaksin Sinovac warna oranye dan putih abu-abu dengan tulisan "Only for Clinical Trial" berukuran kecil.

 

Tangkapan layar foto unggahan vaksin Sinovac bertuliskan only for clinical trial di Facebook pada Sabtu, (2/1/2020).(Facebook)

 

Benar atau tidak?

Menanggapi hal itu, Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (FK Unpad) Bandung, Eddy Fadlyana mengungkapkan bahwa informasi tersebut salah atau keliru.

"Engga usah dibaca itu hoaks. Informasi tersebut isinya ngaco, salah semua," ujar Eddy saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/1/2021). Edyy menjelaskan, keterangan "Only for clinical trial" merupakan vaksin Sinovac yang digunakan saat penelitian, bukan vaksin yang nantinya akan disuntikkan kepada masyarakat. Selain itu, Eddy juga menegaskan bahwa Sinovac yang nantinya beredar atau diberikan saat program vaksinasi sudah tidak ada label "Only for clinical trial". "

Iya, betul, sudah tidak ada," lanjut dia. Terkait program vaksinasi, Eddy mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu izin penggunaan darurat oleh BPOM.

 

Konfirmasi Bio Farma

Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto juga membenarkan bahwa informasi itu adalah hoaks atau tidak benar.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, tulisan "Only for Clinical Trial" dalam foto kemasan vaksin Sinovac adalah kemasan yang digunakan untuk vaksin yang dipakai dalam uji klinis fase 3 yang saat ini tengah dilaksanakan.

“Kita kan sedang uji klinis. Jadi kemasan yang dipakai untuk uji klinis itu harus ada label ‘only for clinical trial’. Itu untuk uji kinis,” ujar Bambang seperti dikutip dari Kompas.com.

Tahapan pembuatan vaksin baru memerlukan sejumlah tahap uji, yakni uji preklinis pada hewan, kemudian uji klinis fase 1, 2, dan 3 pada manusia. Uji klinis fase 1 untuk melihat keamanan. Sementara, uji klinis fase 2 untuk melihat keamanan, range dosis dan efikasi, serta uji klinis fase 3 juga untuk keamanan dan efikasi. Sedangkan untuk pelaksanaan program vaksinasi pada masyarakat, Bambang menjelaskan, vaksin yang digunakan memiliki kemasan berbeda dan tidak ada tulisan ‘Only for Clinical Trial’. Bambang memastikan, vaksin yang digunakan telah mendapatkan persetujuan izin edar penggunaan darurat dari BPOM.

 

(stefanus/IDWS)

Share    

IDWS Promo