IDWS.ID

Berita Internasional

Pilpres AS 2020: Dua Capres Saling Klaim Kemenangan

05 Nov 2020

Dua calon presiden (capres) Amerika Serikat — Joe Biden dan Donald Trump, saling mengklaim kemenangannya sebelum pilpres AS 2020 berakhir.

IDWS, Kamis, 5 November 2020 - Bahkan, baik kubu capres petahana dari Partai Republik Donald Trump dan penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden sudah menyiapkan tim pengacara sebagaimana dilansir Kompas.com via BBC.

Tim kampanye Donald Trump menantang penghitungan suara di beberapa negara bagian penting seperti Wisconsin, Pennsylvania, dan Michigan. Dari laporan BBC seperti yang dilansir Kompas.com, Biden memenangkan suara di Michigan, sedangkan sejumlah media AS lainnya juga memperkirakan Biden telah menang di Wisconsin.

Di sisi lain belum ada pemberitaan hasil pemungutan suara di Pennsylvania sampai artikel ini ditulis.

Jika Joe Biden sanggup memenangkan suara di tiga negara bagian penting tersebut, disebutkan bahwa langkahnya menghuni Gedung Putih hampir bisa dipastikan.

 

Begini klaim dari kedua pihak

Pada Rabu (4/11/2020) malam waktu setempat, Biden berkata di Wilmington, Delaware, bahwa dia yakin akan melenggang ke Gedung Putih ketika penghitungan suara berakhir.

"Saya akan memerintah sebagai presiden Amerika. Kepresidenan itu sendiri bukanlah lembaga partisan,” kata Joe Biden seperti dilansir dari Kompas.com.

 

Capres petahana AS Donald Trump (kiri) dari Partai Republik dan penantangna Joe Biden dari Partai Demokrat. (Foto: USA TODAY Network)

Penantang Demokrat itu mengatakan kampanyenya merasa "sangat baik" tentang Pennsylvania. Namun pernyataan Biden tentang Pennsylvania tersebut langsung ditangkis oleh Tim Kampanye Trump.

"Kami mengumumkan kemenangan di Pennsylvania," kata Manajer Tim Kampanye Trump, Bill Stepien, dalam jumpa pers.

"Ini tidak berdasarkan firasat atau perasaan. Ini berdasarkan matematika. Jika kami menghitung semua surat suara resmi, kami menang," tambahnya.

Pembantu senior Tim Kampanye Trump, Jason Miller, mengaku yakin kalau Trump bakal tetap menjadi Presiden AS.

"Pada akhir pekan ini akan jelas bagi seluruh bangsa bahwa Presiden Trump dan Wakil Presiden Pence akan terpilih untuk empat tahun lagi,” kata dia.

 

Bagaimana kans kedua calon presiden AS itu?

Hingga Rabu (4/11/2020) malam waktu setempat, berdasarkan penghitungan Associated Press, Biden memperoleh 264 electoral vote (suara elektoral) sedangkan capres petahana Donald Trump memperoleh 214 suara elektoral dalam pilpres AS 2020. Itu berarti, Biden hanya butuh enam suara elektoral lagi untuk menjadi Presiden AS sebagaimana dilansir Kompas.com dari Daily Sabah.

Sampai saat ini, masih ada lima negara bagian yang masih belum rampung menghitung perolehan suara, salah satunya adalah negara bagian kunci Pennsylvania. Sejumlah media AS memproyeksikan kemenangan untuk petahana dari Partai Republik di 23 negara bagian termasuk Florida, Texas, Indiana, Kentucky, Missouri, dan Ohio. Sementara Biden memenangi 22 negara bagian termasuk Delaware, California, dan New York.

Selain itu, mantan wakil presiden tersebut juga telah mengambil alih kemenangan di tiga negara bagian yang dimenangkan Trump pada 2016 yakni Arizona, Michigan, dan Wisconsin. Nebraska membagi suara elektoralnya menjadi dua: empat untuk Trump dan satu untuk Biden. Maine dimenangkan oleh Biden, tetapi negara bagian tersebut hanya menyumbang tiga dari empat suara elektoral yang kepada Biden. Satu suara elektoral terakhir di Maine dimenangi oleh Trump.

Peta pertarungan Trump dan Biden tinggal menyisakan empat negara bagian pertarungan dan data Alaska. Empat negara bagian itu adalah Georgia, North Carolina, Pennsylvania, dan Nevada. Jika Biden menang di Nevada, secara teori dia akan mendapat 270 suara elektoral yang diperlukan. Jika Trump benar-benar kehilangan Wisconsin, dia harus memenangkan Georgia, North Carolina, Pennsylvania, dan Nevada untuk menang sebagaimana dilansir dari BBC.

 

(Stefanus/IDWS)


Sumber: Kompas.com

Share    

IDWS Promo