Metode cashless memang memudahkan transaksi jual beli. Namun terkadang bisa memicu hal tidak diinginkan. Seorang wanita asal Jilin, China, bermarga Liu (32) tiba-tiba saja mengamuk dengan 2 pisau setelah gagal melakukan pembayaran di warung mie daging sapi di 33 Lung Sum Avenue, Sheung Shui, Hong Kong (3/1). Pembayaran gagal karena ponsel/HP Liu kehabisan daya baterai.

Dalam video CCTV tempat kejadian perkara yang viral, menunjukkan Liu berdiri sendirian di dalam warung yang tampak berantakan sekitar pukul 00:45 dini hari. Ia berdiri membawa pisau dapur di tangan kirinya dan pisau pemotong daging di tangan kanannya. 6 polisi dengan seragam lengkap dan tameng mencoba mengamankan Liu dari pintu depan, namun mereka diserang dengan pisau. Akhirnya Liu berhasil dilumpuhkan dengan bantuan 6 polisi bertameng lainnya yang masuk dari pintu belakang. Pepper Spray Gun JPX4 juga digunakan untuk melumpuhkan Liu.

Media Hong Kong, HK01, melaporkan (3/1) kepolisian menerima laporan dari pegawai warung sekitar pukul 00:14. Kejadian ini bermula saat Liu gagal melakukan pembayaran via WeChat Pay karena daya baterai ponselnya habis. Pegawai warung menyarankan Liu untuk mengisi daya baterai di warung terlebih dahulu. Namun tiba-tiba saja Liu mengamuk dan mengambil 2 pisau dari dapur. Ponsel untuk pembayaran milik warung pun dihantam dengan pisau.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui Liu memasuki Hong Kong pada 2 Januari 2025 dengan dokumen two-way permit (EEP), setelah berlibur dari Vietnam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Liu ditangkap terkait pasal kekerasan menggunakan senjata dan penyerangan terhadap petugas kepolisian. Kasus ini kini ditangani oleh kepolisian Tai Po. Warung mie tersebut telah dibuka kembali setelah Liu ditangkap. Namun pihak warung katakan ponsel untuk pembayaran Octopus milik warung telah hilang. Kemungkinan ponsel tersebut dibawa kepolisian untuk barang bukti.