Steve Irwin semasa hidup. (Foto: Myung Jung Kim/PA)

IDWS, Senin, 25 Februari 2019 - Pada hari Jumat (22/2/2019), dalam rangka menghormati dedikasi dan warisan Steve Irwin akan perlindungan satwa liar, Google merilis sebuah Google Doodle Slideshow pada hari itu yang sekaligus merupakan hari ulang tahun ke-57 bagi almarhum masih apabila masih hidup.

 

 

Namun hal itu mengundang cemooh dari organisasi aktivis hak hewan PETA (People for Ethical Treatment of Animals) yang menyatakan doodle tersebut mengirim pesan yang berbahaya dan "menjilat."

 

 

Sebuah pernyataan dari presiden PETA Ingrid Newkirk berbunyi:

Peta siapa yang memberi komisi untuk kartun hagiografik berbahaya dari seorang pria yang mati saat mengganggu seekor ikan pari, menggendong bayinya sendiri ketika memberi makan buaya dan 'bergulat' dengan binatang liar yang tidak mengganggu siapa pun.

Penghormatan bodoh nan menjilat ini merupakan tamparan keras untuk mayoritas orang yang mengakui bahwa binatang liar berhak untuk dibiarkan dalam habitat alami mereka.

Pernyataan bernada negatif dan merendahkan itu langsung mendapat hujatan keras dari seluruh penjuru Bumi, di mana banyak orang menuntut PETA menghapus postingan tersebut dan meminta maaf kepada keluarga Irwin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keluarga Irwin — istrinya Terri serta kedua anaknya Bindi dan Robert — terus melanjutkan ajaran dan semangat Steve Irwin dengan melanjutkan konservasi satwa liar sejak kematian pecinta binatang asal Australia itu, 13 tahun lalu akibat tersengat ekor ikan pari.

Bertiga, mereka menjalankan kebun binatang Australia Zoo, memiliki sebuah rumah sakit khusus satwa liar dan mendukung berbagai penggalangan amal bagi konservasi satwa liar.

Dan meski telah dihujat banyak orang, PETA bersikeras mempertahankan pernyataan mereka, menambahkan bahwa aksi-aksi Irwin tidak tepat sasaran dan ia bukanlah seorang ahli satwa liar asli.

 

 

Aksi-aksi Steve Irwin yang seharusnya mengirim pesan untuk melindungi hewan liar tidak tepat sasaran. Seorang ahli satwa liar dan seseorang yang menghormati binatang sebagai individu akan membiarkan mereka sebagaimana mestinya di rumah mereka di alam liar.

Adalah tindakan pelecehan untuk membius binatang eksotis, termasuk merampas bayi binatang dari ibu mereka dan membawanya untuk siaran TV show atau konferensi dan memaksa mereka untuk 'perform' seperti Steve Irwin. Binatang berhak untuk hidup seperti apa yang mereka mau, tidak seperti apa yang manusia inginkan. #GoogleDoodle harusnya mewakili prinsip ini.

Akibat dari pernyataan tambahan PETA ini, semakin banyak cemoohan dan hujatan yang menghujani mereka. Sampai-sampai segelintir orang menyatakan bahwa PETA sanggup mempersatukan orang-orang melewati batas budaya, ras, bahasa, negara dan politik hanya untuk menentang organisasi itu.

 

 

Steve Irwin terkenal akan acara-acara televisinya, termasuk The Crocodile Hunter dan ia juga terkenal sebagai seorang konservasionis hewan. Ia juga mendirikan Steve Irwin Conservation Foundation dan membantu berbagai amal untuk binatang serta berdiri di garis depan berbagai kampanye untuk melindungi satwa liar.

Beliau meninggal dunia pada 4 September 2006 pada usia 44 tahun akibat tersengat ekor ikan pari. Bisa dibilang Steve Irwin merupakan Jackie Chan-nya satwa liar bagi anak-anak kelahiran 90an dan diidolakan oleh anak-anak pada masa itu. Jadi tak mengherankan apabila pernyataan PETA bak menepuk sarang tawon.

 

(Stefanus/IDWS)


Sumber: Independent.ie