IDWS.ID

Bisnis

Ayam di Logo Geprek Bensu & I Am Geprek Bensu Asal Comot dari SItus Gratisan?

17 Jun 2020

Polemik merek dagang Bensu yang melibatkan presenter Ruben Onsu tengah jadi sorotan netizen Indonesia akhir-akhir ini. Namun sepertinya ada cerita yang lebih dalam terkait gambar ayam dalam logo Geprek Bensu maupun I Am Geprek Bensu. Sosok ayam itu diambil dari situs grafis gratisan serta melanggar ketentuan situs tersebut

IDWS, Rabu,17 Juni 2020 - Berawal dari pemakaian nama 'Bensu', kedua belah pihak merasa sama-sama berhak menggunakan kata 'Bensu' sebagai merek dagang. Selain nama, logo kedua usaha ayam geprek ini juga mirip. Terkadang membuat pelanggan sulit membedakannya secara sekilas.

 

Logo dari Geprek Bensu milik Ruben Onsu. (Twitter/@morninglatte_)

Ciri khas logo dari kedua merek dagang yang bersengketa itu adalah sama-sama mengusung sosok ayam jago yang tampak gagah ditambah tulisan "Geprek Bensu" (Ruben Onsu) di depannya dan tambahan "I Am" dari pihak Benny Sudjono.

 

Logo dari I Am Geprek Bensu Benny Sudjono. (Twitter/@morninglatte_)

Adalah seorang netizen di Twitter dengan akun Niel (@morninglatte_) baru-baru ini mengungkap suatu hal yang cukup mengundang perhatian terkait logo Geprek Bensu dan I Am Geprek Bensu. Usut punya usut, sosok ayam jago dalam logo keduanya disebut-sebut diambil dari situs grafis gratisan, Freepik, serta dianggap telah melanggar hak cipta dari situs tersebut.

 

Grafis ayam jago dari Freepick. (Screenshot via Freepick)

Hingga artikel ini ditulis, thread unggahan Niel dengan caption "F**k copyright, hak cipta hanyalah milik Tuhan semata" itu telah mendapat lebih dari 36 ribu like dan dibagikan lebih dari 15 ribu kali serta mengundang 712 komentar. Niel sendiri menyayangkan bagaimana hak kekayaan intelektual di Indonesia masih kurang dihargai.

 

(Twitter/@morninglatte_)

"Gue bikin twitt ini awalnya cuman buat bentuk singgungan kepada brand-brand besar di luar sana yang masih minim banget kesadarannya tentang pentingnya visual dan HAK para pegiat dan pekerja di industri kreatif," tambah Niel di awal thread.

Pria yang bekerja sebagai desainer grafis ini mempernyatakan 3 poin dari pemakaian gambar ayam jago tersebut dalam logo Geprek Bensu maupun I Am Geprek Bensu, yang bisa dilihat di bawah ini:

1. "Yes Freepik merupakan website penyedia asset grafis secara gratis (walau beberapa ada yang harus bayar) tapi freepick sendiri punya kebijakan atas asset yang ada di websitenya, yaitu ga boleh ngejadiin asset yang ada di freepick sebagai logo untuk brand profit."

2. "KALAUPUN, ternyata si pelopor brand geprek-geprek itu udah ngebeli karya si illustrator/designer tersebut, masa iya ga ada kesepakatan bahwa karya orisinil nya sudah di beli dan hak pakainya cuman untuk 1 pihak? karena nyatanya illustrasi ayam tersebut di pakai di 2 brand berbeda."

3. "Gue udah download files di freepick dan logo-logo di atas dan gue coba trace ulang, dan gue berani bilang bahwa illustrasi yang ada di dua logo di atas adalah hasil tracing ulang, karena kalau di perhatiin lagi dari struktur illustrasi dan komposisinya sudah di revisi."

Tak lupa Niel mengunggah hasil tangkap layar yang menyebut kebijakan penggunaan logo dari web Freepik. Tertulis kalau logo tersebut memang bisa diunduh gratis, namun penggunaannya tidak boleh untuk merek dagang, bisnis sungguhan, dan logo organisasi.

 

(Screenshot via Freepick)

Niel bahkan sempat menghubungi langsung desainer/ilustrator logo ayam di web itu, namun sang pemilik logo seperti lebih memilih tidak membesarkan masalah ini. Netizen bahkan ada yang berkomentar "Tp ga salah kok make gambar ayam itu.. lha.. yg bikin juga ga komplen. Soalnya emang digratisin."

 

(Twitter/@morninglatte)

Komentar ini lalu dibalas netizen lain, @Divamhs. Ia menulis, "Gratis dalam artian "free for personal use biasanya. Jadi kalo dijadiin logo brand untuk jualan ya harus lewatin tahap selanjutnya lagi. Kalo semua hal di freepik itu free enak banget dong tinggal nyomot-nyomot seenaknya aja."

Ada pula @rino_cuk yang menambahkan, "Sebenarnya ga masalah asalkan untuk tugas2 sekolah/kuliah,karna mereka tidak mendapatkan uang dari karya yg mereka ambil. Beda kalau perusahaan yg mengambil karya tersebut tanpa minta izin, kalau ketahuan tergantung designernya."

Juga @tunggudingin yang memberi ilustrasi pemakaian logo "free for personal use". Ia menulis, "Free for personal use (ffpu) itu bukan buat jualan/commercial gres. Ffpu itu misalnya kamu bikin acara demonstrasi masak ayam geprek diselnggarakan oleh orgnsasi kampus. Nah itu free. Tp, klo mau dipake buat bisnis (logo perusahaan) harus beli dr ilustratornya."

Pendapat lain diutarakan oleh @RayApartment. Ia menduga bisa saja kedua belah pihak yaitu Ayam Geprek Bensu dan I Am Geprek Bensu tak tahu asal-usul logo merek mereka. "Dua perusahaan tersebut bisa jadi udah bayar mahal ke anak desain buatin logo yang ga taunya comot dari freepik," tulisnya.

 

(Stefanus/IDWS)


Sumber: Twitter/@morninglatte_, detikcom

Share    

IDWS Promo