IDWS.ID

Berita Nasional

Seorang Perawat di Sragen, Jateng, Dapat Ancaman Setelah Memeriksa Pasien Positif COVID-19

01 Jun 2020

Stigma negatif terhadap tenaga medis yang menangani COVID-19 masih ada di masyarakat

IDWS, 1 Juni 2020 - Adanya laporan seorang perawat di Puskesmas Kedawung, Sragen, Jawa Tengah yang menerima ancaman lewat pesan WhatsApp usai memeriksa pasien virus corona baru (COVID-19) membuat Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, kembali meminta masyarakat agar tidak memberi stigma negatif terhadap tenaga medis.

"Jangan lagi pernah ada model-model seperti ini. Ketika semua sudah dilakukan sesuai prosedur tolong jangan ada yang aneh-aneh. Kita lagi dalam kondisi sulit. Maka saya dukung petugas keamanan untuk bisa menyelesaikan ini. Diperiksa saja," kata Ganjar di Semarang, Minggu (31/5/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Akibat aksi intimidasi dan ancaman tersebut, perawat bersangkutan mengalami traumat dan ketakutan. Gubernur Ganjar berencana menghubungi perawat tersebut untuk mengetahui ihwal kondisi serta penyebab terjadinya peristiwa tersebut secara mendalam.

"Sebenarnya kalau saya bisa tahu orangnya (Korban), saya pengen telepon dia. Saya ingin dengar sendiri siapa yang mengancam, apa persoalannya sehingga kita bisa klarifikasi apa yang terjadi. Kalau dia merasa terancam kita perlu bawa shelter agar dia aman," jelasnya.

 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

 

Stigma negatif

Ganjar meminta agar korban melaporkan kepada aparat kepolisian tentang apa yang terjadi, sehingga cepat bisa diselesaikan.

"Saya minta korban melaporkan apa yang terjadi agar cepat selesai sehingga tidak ada lagi stigma-stigma negatif yang nanti membuat hati orang terluka," terangnya.

Dari informasi yang dihimpun, ancaman yang didapat oleh seorang perawat di Puskesmas Kedawung Sragen terjadi pada Jumat (29/5/2020) pagi melalui pesan Whats App. Peristiwa itu terjadi usai perawat melakukan pemeriksaan terhadap pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Alhasil, pasien merasa dikucilkan oleh warga di lingkungan rumahnya usai menjalani pemeriksaan.

 

(Stefanus/IDWS)

Share    

IDWS Promo