Sehari setelah Diamond Online memberitakan proposal akuisisi produsen lensa Tamron oleh Sony Group Corporation, pihak Tamron akhirnya berikan pernyataan resminya hari ini (30/7). Tamron menyatakan berita itu benar adanya.
Pernyataan tertulis Tamron berisikan, Tamron telah menerima proposal tidak mengikat dari Sony Corporation untuk menjadikan Tamron anak perusahaan Sony Group Corporation. Saat ini Tamron telah membetuk Komite Khusus sebagai tanggapan atas proposal ini. Namun Tamron tegaskan bahwa tidak ada detail lain yang perlu disampaikan ke publik pada saat ini.
Dalam pemberitaan dikuak Diamond Online, Sony Corporation disebut berniat mengakuisisi semua saham Tamron, yang ditaksir mencapai sekitar ¥ 200 miliar.
Dilaporkan Digital Camera Life bulan lalu (11/6), posisi Sony tergeser sejak April 2026. Saat ini pemilik saham terbesar Tamron adalah Effissimo Capital Management, yakni sebesar 17,38%. Sedangkan Sony menjadi yang kedua, dengan besaran persentase kepemilikan saham 15,35%.
Apa yang akan terjadi dengan lensa Tamron jika Sony benar-benar berhasil melakukan akuisisi? Apakah lensa Tamron akan eksklusif E-mount (dudukan lensa untuk kamera Sony)? Mungkinkah Tamron tak lagi membuat lensa untuk Nikon Z, Canon RF, serta Fujifilm X?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Mike Harris dari Digital Camera World (30/7). Ia pun kemudian ungkap pandangannya terkait proposal ini. Menurutnya, Sony tidak akan melakukan eksklusivitas terhadap lensa Tamron untuk kamera Sony saja.
Keyakinan Harris tersebut bukan tanpa alasan. Melihat fakta bahwa Sony adalah penyedia sensor gambar terbesar di dunia, hal itu tak akan bisa terjadi jika Sony hanya eksklusif menggunakan sensor gambarnya untuk produk Sony saja. Seperti diketahui publik, sensor gambar Sony digunakan oleh berbagai merk kamera, ponsel pintar, maupun alat keamanan.