Sebuah deklarasi partai baru dilakukan di Semarang (29/6). Bukan partai yang akan tampil di ajang pemilihan umum, partai dinamakan Partai Anjing ini adalah bentuk satire politik untuk berikan sindiran keras bagi para koruptor. 

Dalam video diunggah Portal Berita Berita Jateng TV (29/6), Eko Haryanto selaku inisiator Partai Anjing, menyebut Anjing adalah singkatan dari 'Antek-Antek Bajingan'. Partai ini memilih logo bergambar anjing karena menganggap anjing sebagai hewan paling serakah daripada hewan yang lainnya.

"Kemudian anjing itu juga, kalau memakan daging, itu sampai ke tulang-tulangnya. Itu sebetulnya adalah simbol dari partai kami. Kami akan membuat seluruh masyarakat Indonesia menjadi miskin semua, hidupnya susah semua, mati semua, akhirnya menjadi tulang. Menjadi tulang pun tetap akan kami cari," ucap Eko Haryanto.

Eko melanjutkan, logo Partai Anjing memiliki lingkaran yang berarti korupsi akan terus mereka lakukan dari rezim ke rezim agar Indonesia menjadi negara terkorup di dunia selamanya. Itu adalah sindiran kasar bagi para koruptor.

Ditanya tujuan Partai Anjing, Eko menjawab, mereka akan melegalkan seluruh perbuatan korupsi dan memiliki program kerja merebut kembali anggaran negara untuk balik modal sebagai politisi.

Partai Anjing membuka pendaftaran bagi seluruh masyarakat Indonesia yang merasa dirinya koruptor, para bajingan tengik, para penjahat lingkungan, serta kaum-kaum pengusaha yang merasa dirinya oligarki.

Dalam rilis diunggah Berita Jateng TV (29/6), apa yang sebenarnya dilakukan Partai Anjing adalah sebuah gerakan antikorupsi dengan cara yang lebih progresif. Bukan bertujuan untuk mempromosikan korupsi, namun untuk melecehkan dan permalukan para koruptor melalui parodi.

Ke depannya, Eko berencana untuk lengkapi identitas organisasinya, termasuk kantor sekretariat, bendera, mars, serta atribut lainnya. Selain itu, ia juga akan upayakan legalitas organisasi jika memungkinkan.