IDWS.ID

Otomotif

Jurnalis dan Pembalap MotoGP Keluhkan Kondisi Trek Sirkuit Mandalika yang Dianggap Membahayakan

15 Feb 2022

Sirkuit Mandalika disinyalir belum siap sepenuhnya untuk menggelar ajang sekelas MotoGP. Ada apa gerangan?

IDWS, Selasa, 15 Februari 2022 - Pembalap Aprilia, Aleix Espargaro, mengeluhkan aspal yang mengelupas sehingga banyak batu-batu kerikil beterbangan di lintasan Sirkuit Mandalika yang menurutnya, membahayakan pembalap yang melaju di belakang pembalap lainnya. Melansir laporan Kompas.com, Espargaro bahkan mengibaratkan trek Sirkuit Mandalika seperti lintasan motorcross.

Aspalnya mengelupas. Saya tidak tahu bagaimana cara mereka memperbaiki masalah ini," ujar pebalap asap Spanyol itu.

Selain Espargaro, pebalap dari tim VR46 Marco Bezzecchi dilaporkan mengaku ada keretakan di salah satu bagian di kaca pelindung helmnya, sedangkan pembalap tim Ducati Francesco Bagnaia sempat memperlihatkan memar pada lengannya akibat hantaman kerikil.

Juara bertahan MotoGP Fabio Quartararo juga mengaku sempat mendapat banyak hantaman kerikil saat melaju di belakang rekan setimnya, Franco Morbidelli.

"Ini baru saya saja yang dibelakang Franco, bayangkan jika ada 4-5 pebalap lain melaju dalam jumlah lap lebih banyak," ujar pria asal Perancis itu.

Quartararo menyebut kondisi aspal yang mengelupas dapat ditemukan di sepanjang trek dari tikungan 1 sampai 7. Oleh karena itu, dia menyarankan agar pengelola sirkuit melakukan pengaspalan ulang.

"Dalam tiga hari (tes) Anda bisa melihat permukaan aspalnya semakin berkurang," ucap pebalap berjuluk El Diablo itu.

 

Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing Raul Fernandez mengalami kecelakaan saat tes pramusim MotoGP 2022 hari kedua di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (12/2/2022). Sesi tes pramusim di sirkuit Mandalika tersebut akan berlangsung hingga Minggu (13/2/2022).(Kompas.com/ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU)

Sebuah laporan mengenai kondisi Sirkuit Mandalika dirilis di laman the-race.com pada Senin (14/2/2022) yang ditulis oleh jurnalis balap asal Inggris, Simon Patterson, yang telah rutin meliput berbagai event MotoGP di berbagai negara juga membahas mengenai aspal dan kerikil di Sirkuit Mandalika.

Menuirut Patterson, trek yang kotor dan berdebu masih bisa dimaklumi mengingat masih ada kegiatan konstruksi yang berlangsung di area sirkuit, sedangkan kondisi trek berdebu juga sering terjadi di Sirkuit Losail Qatar atau Termas de Rio Hondo Argentina. Menurutnya, masalah utama Sirkuit Mandalika adalah kerikil-kerikil yang tak melekat dengan kuat di aspal sehingga terlepas saat dilintasi motor para pembalap yang berpacu pada kecepatan di atas 350 kilometer per jam.

Jika memang aspal Sirkuit Mandalika bermasalah sejak awal, kenapa tidak ada keluhan yang terdengar saat World Superbike (World SBK) digelar di sana?

Dalam artikelnya, Patterson menyebut kondisi buruk aspal Sirkuit Mandalika belum terlihat saat perhelatan ajang World Superbike (WSBK) pada 19-21 November 2021. Selain spesifikasi motor yang power-nya lebih rendah dari MotoGP, balapan WSBK waktu itu juga berlangsung dalam cuaca hujan sehingga menurunkan suhu lintasan. Kendati demikian, pada perhelatan WSBK lalu, sempat terlihat salah satu titik aspal di bagian pitlane yang sudah mengalami kerusakan menurut temuan Kompas.com.

 

Sepeda motor pembalap WithU Yamaha RNF MotoGP Team Darryn Binder melayang di udara saat kecelakaan tes pramusim MotoGP 2022 hari kedua di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (12/2/2022). Sesi tes pramusim di sirkuit Mandalika tersebut akan berlangsung hingga Minggu (13/2/2022).(Kompas.com/ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU)

 

Ganti kerikil dan pengaspalan ulang

Dalam perbincangan dengan salah satu sumber di paddock, Patterson menulis bahwa Sirkuit Mandalika butuh pengaspalan ulang. Namun, pengelola sirkuit disebut tak punya cukup waktu karena perhelatan MotoGP tinggal tersisa kurang dari lima pekan.

Dalam laporannya, Patterson menulis bahwa spesifikasi batu pada aspal yang dipakai di Sirkuit Mandalika tak sesuai dengan rekomendasi konsultan. Alih-alih memakai materi sesuai rekomendasi, lintasan Sirkuit Mandalika malah memakai batu yang ditambang secara lokal.

Alhasil, jenis batu yang dipakai di Sirkuit Mandalika disebut tidak menempel dengan kuat di aspal. Menurut Patterson, ada gosip di paddock yang menyebutkan bahwa jadwal MotoGP Indonesia akan digeser ke akhir tahun atau bahkan dibatalkan sepenuhnya dan baru digelar pada 2023. Namun, hal itu tak mungkin terjadi karena Dorna Sports selaku promotor sudah sangat ingin menghelat MotoGP di Indonesia.

 

Pembalap tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia saat menjalani tes pramusim MotoGP Mandalika. (Foto: MotoGP)

Managing Director Dorna Sports Carlos Ezpeleta tak memungkiri masih ada yang perlu disempurnakan di dalam dan luar trek. Menurut Ezpeleta, upaya menyelenggarakan balapan di tempat yang baru memang memiliki banyak tantangan. Ia menyebut pengelola Sirkuit Mandalika masih punya banyak waktu untuk membenahi lintasan. Oleh karena itu, Ezpeleta yakin kondidi trek akan semakin baik saat balapan mendatang.

"Prioritas adalah untuk menyelenggarakan GP dalam kondisi baik. Yang terpenting para pebalap suka dengan layout, dan khususnya dalam hal area run-off, ini menjadi salah satu yang terbaik di keseluruhan kalender MotoGP," kata Ezpeleta dikutip dari Kompas.com melansir laman MotoGP.com, Senin (14/2/2022).

 

(stefanus/IDWS)


Sumber: Kompas.com

Share    

IDWS Promo