IDWS.ID

Berita Nasional

Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 Serta Proses Pencariannnya

11 Jan 2021

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 telah dinyatakan jatuh di sekitar Kepulauan Seribu. Banyak kesimpang siuran informasi terkait tragedi pesawat berjenis Boeing 737-500 berusia 26 tahun ini.

IDWS, Senin, 11 Januari 2021 - Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada Sabtu (9/1/2021) menyisakan duka bagi keluarga dan rekan para korban. Sempat muncul berita hoaks akan bayi selamat dari kecelakaan tersebut, dan tentunya disayangkan bagaimana bisa ada orang yang menyebarkan berita hoaks terkait tragedi yang memakan korban jiwa puluhan orang tersebut.

Berikut ini adalah kronologi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, seperti dikutip dari Merdeka.com pada Senin (11/1/2021).

Sabtu, 9 Januari 2021

  • 14.36 WIB: Pesawat Sriwijaya Air tujuan Pontianak yang dipiloti Kapten Afwan lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Sebelumnya, pesawat sempat menunda jadwal keberangkatan selama 30 menit.
  • 14.40 WIB: Pesawat hilang kontak setelah empat menit lepas landas. Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
  • 17.00 WIB: Bupati Kepulauan Seribu telah mendapat laporan ada pesawat yang jatuh. Dalam laporan disebutkan juga ada ledakan. Di media sosial telah beredar foto sejumlah serpihan yang diduga bagian dari pesawat tersebut. Tim SAR gabungan telah bergerak ke lokasi yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya pesawat.
  • 18.00 WIB: TNI AL, Kepolisian dan TNI AU menyatakan telah mengerahkan sejumlah kapal, pesawat dan personel SAR untuk mencari pesawat jatuh.
  • 19.00-20.00 WIB: Badan SAR Nasional dan Kementerian Perhubungan memastikan Sriwijaya Air SJ-182 jatuh. Dugaan sementara lokasi jatuh pesawat ada di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang. Namun Basarnas menyatakan pesawat tersebut tidak memancarkan sinyal emergency location transmitter (ELT) ketika hilang kontak pada Sabtu (9/1). Kemenhub menyatakan jumlah manifest pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sebanyak 62 orang. Jumlah itu terdiri dari 50 penumpang dan 6 kru aktif dan 6 ekstra kru. Presiden Jokowi meminta pencarian para korban dilakukan secara maksimal. Sementara itu, Flight Radar24 melaporkan pesawat kehilangan di ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.

 

(Foto: Merdeka.com/Imam Buhori)

  • 20.00 WIB: Pihak Sriwijaya Air menyatakan pesawat tersebut dalam keadaan baik. Delay 30 menit saat akan terbang disebabkan karena hujan deras, bukan karena pesawat rusak. Pesawat tersebut diketahui juga sudah berusia 25-26 tahun.
  • 23.55 WIB: Tim SAR Basarnas telah membawa serpihan yang diduga berasal dari pesawat Sriwijaya AIr ke Posko Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok.

Minggu, 10 Januari 2021

  • 03.00 WIB:KRI Rigel yang dilibatkan dalam misi pencarian SAR telah melacak sinyal yang terakhir hilang dari Pesawat Sriwijaya Air. Tim penyelam Kopaska menyelam ke lokasi.
  • 08.00 WIB: Polisi menyatakan telah menerima satu kantong jenazah berisi potongan tubuh di RS Kramat Jati. Sedangkan satu kantong lagi berisi pakaian dan barang-barang pribadi
  • 09.00 WIB: Tim SAR TNI AU yang melakukan patroli udara menemukan tumpahan minyak di sekitar lokasi yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya pesawat. Mereka menduga tumpahan minyak berasal dari bahan bakar Sriwijaya SJ 182.

 

Petugas gabungan membawa bagian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Temuan bagian pesawat selanjutnya akan diperiksa oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedangkan potongan tubuh korban diserahkan kepada DVI Polri untuk identifikasi lebih lanjut.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

  • 09.40 WIB: Temuan diduga bagian tubuh penumpang Sriwijaya Air PK-CLC register SJ-182 ditemukan di kedalaman 17-20 meter Kepulauan Seribu. Tim penyelam dari Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut melaporkan temuan itu sekira pukul 09.40 Wib. Diduga bagian tubuh itu telah tercampur dengan beberapa potongan puing pesawat, yang terus diangkat dari bawah air. Tim penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL menemukan serpihan pesawat dan life vest jacket penumpang Sriwijaya Air SJ-182. Kopaska menemukan pecahan dari pesawat karena terbukti ada life vest. Tim penyelam juga menemukan warna dan bagian registrasi pesawat. Pecahan Sriwijaya Air SJ182 itu ditemukan di kedalaman 23 meter.
  • 10.00 WIB: Tim Search and Rescue (SAR) menemukan dugaan serpihan bagian pesawat Sriwijaya Air dengan nomor register PK-CLC SJ 182 dengan dimensi 1-2 meter berikut potongan tubuh manusia pada Minggu pagi pukul 10.00 WIB sekitar 1,6 mil dari Pulau Lancang. Anggota Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri menemukan sejumlah benda diduga milik penumpang pesawat Sriwijaya Air LK CLC SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Adapun benda yang ditemukan berjumlah tujuh buah. Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. Yassin Kosasih menyebut tujuh benda tersebut berupa sandal merek New Era sebelah kanan, sandal jepit, rompi biru, jaket hitam, sepatu sebelah kiri, setelah itu pembungkus paket plastik. Temuan itu dilaporkan petugas pantau menggunakan helikopter melalui penyisiran lewat udara terhadap permukaan laut di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta. Benda tersebut diduga kuat sebagai properti dari penumpang pesawat yang hilang kemudian jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

 

Puing-puing pesawat Sriwijaya Air yang ditemukan. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

  • 11.40 WIB: Dari posko SAR JICT Tanjung Priok, ada 4 kelompok benda yang ditemukan. Serpihan kabel dengan kantong tipis. Ada pula tangga darurat diduga milik pesawat Sriwijaya Air. Dua kantong lain temuan baru. Ada pecahan ban dan serpihan tubuh pesawat. Ada pula satu helai pakaian berwarna merah muda. Diduga milik anak-anak.
  • 14.00 WIB: Kabiddokpol Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko mengungkapkan, hingga Minggu (10/1) siang, pihaknya baru menerima satu kantong jenazah berisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
  • 14.30 WIB: Tim SAR gabungan kembali menemukan serpihan pesawat dari Sriwijaya Air SJ-182 rute Pontianak-Jakarta yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Mereka juga menemukan bagian tubuh manusia yang diletakkan dalam kantong jenazah. "Berupa 3 kantong serpihan pesawat kemudian 5 kantong adalah bagian tubuh manusia," kata Direktur Operasional Basarnas, Brigjen (Mars) Rahman, di JICT, Jakarta Utara, Minggu (10/1).
  • 15.40 WIB: Rombongan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI, Kepala KNKT, Kepala Basarnas, selesai melakukan peninjauan langsung ke lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, diduga kuat potongan badan pesawat ada di kedalaman 23 meter. Selain itu, Panglima mengatakan, titik lokasi black box juga sudah diketahui. Sinyal dari black box Sriwijaya Air sudah dikunci untuk segera diambil.
  • 17.30 WIB: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah menerima beberapa barang yang diduga milik Sriwijaya Air. Tim KNKT yang berada di posko SAR JICT juga sudah menerima beberapa komponen pesawat dari Basarnas. Beberapa komponen tersebut yakni GPWS, radio altimeter, kemudian ada juga alat peluncur darurat. Bagian-bagian pesawat yang sudah bisa diidentifikasi itu umumnya dari bagian ekor sebelah bawah. Namun, KNKT masih belum bisa memastikan apakah ekor yang sudah diserahkan ke KNKT itu ekor bagian kanan atau kiri.
  • 18.49 WIB: Posko Antemortem-DVI RS Polri sampai saat ini telah menerima tujuh kantong jenazah yang masing-masing berisi bagian tubuh (part body) dari hasil operasi pencarian dan evakuasi atas insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ-182. Setelah menerima tujuh kantong berisikan bagian tubuh yang diduga korban, Tim DVI melakukan identifikasi untuk mengetahui identitas.

 

 

Puing-puing pesawat Sriwijaya Air yang ditemukan. (Foto: Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

  • 20.15 WIB: Kepala Basarnas, Marsdya Bagus Puruhito menjelaskan total hasil temuan sejak pagi tadi hingga petang ini. Diantaranya, potongan pesawat besar dan kecil. Kemudian, pakaian dan bagian tubuh. "Dari kegiatan hari ini hingga pukul 19.20 WIB tadi, kita sudah mendapatkan 10 kantong berisi serpihan atau potongan dari badan pesawat. 16 bagian atau potongan besar dari pesawat, 10 kantong jenazah yang berisi bagian dari korban, dan 5 potong pakaian," katanya di JICT, Minggu (10/1) malam. Dia merinci. Temuan pertama pada pukul 11.23 WIB, berupa serpihan ban pesawat, pakaian anak kecil berwarna pink dan puing pesawat yang dibawa ke posko JICT. Barang itu diturunkan dari KRI KURAU TNI AL. Selanjutnya, pada pukul 13.40 WIB, 5 kantong jenazah dan 3 kantong serpihan pesawat diantar ke posko JICT. Temuan tersebut terlihat diantar oleh speed boat Basarnas. Berikutnya pada pukul 14.51 WIB, 4 kantong serpihan pesawat dan 2 kantong jenazah kembali dikirim ke JICT. Hasil itu diturunkan dari KRI PARANG TNI AL. Selain itu, pada pukul 18.30 WIB, 15 potong serpihan pesawat dan 5 potong pakaian milik penumpang di antar ke JICT. Hasil itu diturunkan dari kapal KRI Tjiptadi.

Senin, 11 Januari 2021

  • 08.30 WIB: Direktur Operasi Basarnas Brigadir Jendral (Mar) Razman menyebutkan, area pencarian hari ini dibagi menjadi enam sektor. Sebanyak 2.600 personel terlibat langsung maupun tidak langsung dalam operasi pencarian dan pertolongan hari ini. Dalam operasional kegiatan hari ini, ada sekitar kapal 53 untuk pencarian. Untuk alat udara ada 13 yang standby. Sementara untuk ambulans disiagakan 12 unit.
  • 09.30 WIB: Hingga pukul 09.00 WIB, tim dvi telah dapat 40 sampel DNA dari keluarga korban. Terdiri dari 14 sampek di RS polri, 24 sampel dari pontianak, 1 sampel dari Jawa Timur, 1 sampel dari Sulawesi Selatan. Tim DVi juga telah menerima 16 kantong jenazah dan juga 3 kantong properti body.

 

(stefanus/IDWS)


Sumber: Merdeka.com

Share    

IDWS Promo