IDWS.ID

Berita Nasional

Viral Batu Meteor Seharga Rp 26 Miliar, Benarkah Dihargai Setinggi itu?

20 Nov 2020

Sebelumnya nama Joshua Hutagalung jadi viral setelah dikabarkan menjual meteor yang jatuh menimpa rumahnya seharga Rp 200 juta, kemudian diketahui harga batu meteor itu ternyata mencapai Rp 26 milyar, hingga diperhatikan media-media internasional.

IDWS, Jumat, 20 November 2020 - Menurut pengakuan Joshua Hutagalung (34) yang asal Sumatera Utara itu kepada Dedi Hermawan — wartawan BBC News Indonesia di Sumut pada Rabu (18/11/2020), ia menjual 1.800 gram batu meteor itu ke seorang warga negara AS bernama Jared Collins pada 17 Agustus 2020 seharga Rp 200 juta plus biaya perbaikan rumahnya sebesar Rp 14 juta.

Namun hal yang berbeda diungkapkan oleh Jared Collins lewat penjelasan tertulis kepada BBC News Indonesia. Menurut pria AS yang tinggal di Bali itu, "tidak ada harga meteor seharga Rp25 miliar."

Collins menceritakan bahwa awalnya, ia dihubungi oleh rekannya sesama penggemar meteorit yang berada di AS untuk membantunya mendapatkan sebuah batu meteor yang jatuh di Sumatera Utara milik Joshua Hutagalung.

 

Joshua Hutagalung berfoto bersama batu meteor yang menimpa rumahnya. (Foto: Dok. Joshua Hutagalung via BBC News Indonesia)

Jared "setuju untuk membantu koleganya di Amerika" dan kemudian "ditugaskan untuk memeriksa keaslian meteorit yang ditemukan oleh Josua Hutagalung".

Perkara "nilai transaksi telah disetujui oleh Josua Hutagalung dan orang Amerika di luar negeri melalui komunikasi langsung yang sebelumnya dilakukan oleh kedua belah pihak, tanpa melibatkan dirinya (Jared)".

Jared juga mengatakan ia "menerima penggantian untuk biaya perjalanan dan untuk waktunya yang dihabiskan untuk kepentingan membantu kolega ini. Dia tidak memiliki meteorit ini dan juga tidak menjual meteorit tersebut kepada pihak lain yang memiliki meteorit tersebut saat ini. "

"Tujuan akhir dari keterlibatan Jared Collins sebagai penggemar meteorit adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk secara pribadi menyaksikan dan secara fisik memeriksa meteorit yang penting secara ilmiah ini," tambahnya.

Anehnya, Joshua Hutagalung mengoreksi pernyataannya sebelumnya bahwa Jared Collins adalah "pembeli" dari batu meteorit yang jatuh di rumahnya, dan menyebut Colllins sebagai "perantara" pada Jumat (20/11/2020) seperti dilansir dari BBC News Indonesia.

 

Dari total 2,2 kilogram, 1.800 gram dari batu meteor itu dijual ke seorang pria AS dengan harga Rp 200 juta. (Foto: Dok. Joshua Hutagalung via BBC News Indonesia)

Tak hanya itu, Joshua juga meralat pernyataannya bahwa dirinya "merasa dibohongi dan kecewa" ketika mendengar media Inggris menyebut dirinya sebagai orang kaya baru dengan harga batu meteor itu yang mencapai 767 pound sterling (Rp 14,1 juta) per gram di sebuah situs jual beli online atau Rp 26 miliar jika diperhitungkan berat totalnya yang mencapai 1.800 gram.

"Saya kaget dengan kesalahpahaman dari media asing. Harganya dari saya. Kalau harganya dari saya, sudah pantas lah," kata Josua kepada BBC News Indonesia, Jumat (20/11).

"Kalau [batu meteor] sudah sampai di sana, itu bukan hak saya lagi. Mau orang itu jual berapa, urusan orang itu," lanjutnya.

Meski demikian, Josua tetap menolak mengungkap berapa sebenarnya jumlah uang yang dia terima atas penjualan batu meteor tersebut.

Ini berbeda dengan pernyataannya kepada BBC News Indonesia sebelumnya pada Rabu (18/11/2020) di mana Joshua mengaku Collins membayar Rp 200 juta plus biaya perbaikan rumah sebesar Rp 14 juta.

Sedangkan menurut Jared Collins, juga kepada BBC News Indonesia, "dapat dipastikan bahwa angka yang disebutkan sama sekali tidak benar dan tidak tepat."

"Adapun keaslian, nilai sebenarnya adalah kerahasiaan kedua belah pihak, baik Josua Hutagalung maupun warga Amerika yang tinggal di luar negeri, yang mengambil alih meteor tersebut, berdasarkan kesepakatan bersama."

"Tetapi jumlah yang dibayarkan / diterima bukanlah Rp 200 juta atau harga yang terlalu dibesar-besarkan sejumlah Rp 26 miliar yang dilaporkan di seluruh dunia. Saat ini tidak ada meteorit dengan nilai seperti itu, dan tentunya tidak ada kolektor yang akan membayar harga tersebut," tambahnya.

 

(Stefanus/IDWS)

Share    

IDWS Promo