Sejak Maret 2021, Professor Seiji Kumagai dari Universitas Kyoto dengan Terraverse Inc., mengembangkan produk AI religi bernama BuddhaBot.

BuddhaBot dirancang menjawab pertanyaan dari sudut pandang agama Buddha. Mengembangkan versi relitas berimbuh atau augmented reality (AR) di tahun 2022, tim ini kini mengembangkan versi humanoid.

Dinamakan Buddharoid, robot humanoid AI Buddhis ini dikembangkan oleh grup riset dan pengembangan yang terdiri dari Kumagaya Lab Universitas Kyoto, Terraverse Inc., serta XNOVA Inc. Buddharoid menggabungkan robot humanoid Unitree G1 dengan Buddhabot.

Teknologi AR memungkinkan manusia berinteraksi tatap muka dengan Buddharoid. Tim ini perkirakan, di masa depan, Buddharoid dapat melengkapi atau bahkan menggantikan beberapa ritual keagamaan yang saat ini masih bisa dilakukan oleh para biksu manusia asli.

Mengutip laman resmi Universitas Kyoto terkait rilis penelitian Buddharoid (25/2), grup riset dan pengembangan Buddharoid berharap dapat lebih mempercepat pengembangan "Teknologi Pengetahuan Tradisional", yang menggabungkan berbagai agama dan filsafat dengan teknologi, serta menyediakan budaya digital yang lebih kaya/luas.

Selain mengembangkan AI Buddhis, Profesor Seiji Kumagai bersama timnya diketahui juga mengembangkan bot Protestan yang dinamakan Protestant Catechism Bot (Bot Katekismus Protestan). Bot tersebut memberikan jawaban dan saran berdasarkan isi Perjanjian Baru dan Katekismus, tak hanya untuk pertanyaan tentang ajaran Kristen, namun juga untuk kehidupan sehari-hari.