Amit, remaja berusia 13 tahun asal Distrik Amroha, Uttar Pradesh, India, hembuskan napas terakhir usai 3 hari bertahan setelah digigit ular. Hal diperbincangkan warganet adalah keputusan orang tuanya yang mencari pengobatan alternatif, alih-alih pengobatan medis.
Media India, Times Now yang mengutip Dainik Bhaskar, melaporkan (11/4) bahwa putra pasangan Mahant dan Pala Devi dari desa Pitampur itu awalnya mengumpulkan jerami di ladang pada Kamis, 9 April 2026 sore hari. Saat pulang, Amit katakan kepada orang tuanya terkait dirinya yang digigit ular berbisa. Tak lama kemudian, ia kehilangan kesadaran.
Alih-alih membawa Amit ke Pusat Kesehatan Masyarakat setempat, orang tuanya membawa Amit ke praktisi ilmu gaib di Desa Khardakrani, untuk melakukan ritual pengusiran setan. Kondisi Amit tak membaik, ia kemudian dibawa ke Sirsa untuk ritual lanjutan. Pada akhirnya mereka mengikuti kepercayaan setempat, bahwa Sungai Gangga (Ganga) dapat menetralkan bisa ular.
Keluarga Amit kemudian membuat struktur bambu yang digunakan untuk menali dan mengapungkan tubuh Amit di Sungai Gangga. 12 jam berlalu, Amit tetap tidak pulih. Masih belum menyerah, mereka membawa Amit ke dukun tradisional di Syana. Pada hari Sabtu (11/4), keluarga Amit menyakini remaja tersebut telah meninggal. Mereka pun kemudian kembali ke Amroha dan menenggelamkan Amit ke Sungai Gangga.
Pala Devi selaku ibu dari Amit katakan kepada Dainik Bhaskar, mereka telah berusaha memulihkan kondisi Amit selama 3 hari. Ia membela keputusan keluarganya itu karena merasa apa yang mereka lakukan adalah tradisi turun temurun sejak zaman nenek moyang mereka. Selain itu, ia juga mempertanyakan apa yang bisa dilakukan dokter, jika anaknya memang tak tertolong lagi.
Dinas kesehatan setempat sebenarnya telah secara rutin memberikan penyuluhan di area tersebut terkait kesadaran pengobatan medis. Namun tetap ada yang memilih jalur perdukunan seperti yang dilakukan keluarga Amit. Kejadian ini berada di bawa yuridiksi Kepolisian Adampur.