"Di luar nurul" mungkin itu kalimat yang bisa mengekspresikan fenomena inden daftar Sekolah Dasar (SD). SD Muhammadiyah Sapen (SD Muh. Sapen) di Yogyakarta diketahui menjadi sekolah favorit yang memiliki antrean pendaftaran sangat panjang. Bahkan bayi baru lahir pun ada yang telah didaftarkan.

Nofita Saraswati, S.Pd. selaku bagian administrasi SD Muh. Sapen katakan kepada detikEdu (28/1), antrean pendaftaran atau inden untuk tahun ajaran 2027 hingga 2032 sudah penuh. Inden didapatkan sesuai nomor antrean. Jika antrean pada pada sebuah tahun ajaran penuh, maka akan dimasukkan ke antrean cadangan.

Hal paling "di luar nurul" diungkap oleh Nofita adalah bayi baru lahir sudah didaftarkan untuk kuota inden tahun ajaran 2032, meski sang ibu masih di rumah sakit. Hal tersebut bisa terjadi karena ,kata Nofita, kini rumah sakit bisa memproses Kartu Keluarga (KK). Sang ayah dari bayi tersebut datang ke SD Muh. Sapen untuk mendaftarkan anaknya yang baru lahir tersebut.

Meski bayi baru lahir sudah bisa didaftarkan untuk inden antrean, Nofita menegaskan bahwa bayi yang masih dalam kandungan tidak bisa didaftarkan. Syarat inden di SD Muh. Sapen adalah akta atau KK. Jadi tidak bisa menitipkan nama saja. Satu fakta unik lain adalah, baru saja kuota 2032 penuh, per 28 Januari 2026 telah ada 3 pendaftar untuk kuota 2033.

Menurut Nofita, sekolahnya menjadi favorit karena beberapa pertimbangan wali murid, termasuk capaian akademik yang unggul, program sekolah, kurikulum, serta basis agama yang kuat. Tidak ada seleksi tes masuk ke SD Muh. Sapen. SD ini memiliki kelas reguler dan CIMIPA (Cerdas Istimewa Matematika dan IPA). Kelas CIMIPA disebut untuk siswa berbakat di bidang sains dan bahasa Inggris dengan buku Cambridge.

SD Muh. Sapen memang tidak memiliki tes masuk. Namun untuk masuk kelas CIMIPA dilakukan psikotes. Murid yang tidak lolos, akan dimasukkan ke kelas reguler. SD ini memulai mata pelajaran sekitar pukul 07:30 WIB. Pukul 08:30 dan 09:00 WIB secara bergantian, ada istirahat untuk Salat Duha. Saat jam pulang sekolah, para murid makan siang dahulu, lalu Salat Zuhur.