JNE Express hari ini (4/5) melalui media sosialnya berikan pernyataan resmi terkait kurir atau Ksatria JNE yang menjadi korban pembegalan pada Minggu, 3 Mei 2026 pukul 13:47 WIB di Bandung.
Dalam pernyataan resminya, JNE Express menyebut keselamatan dan kesejahteraan seluruh karywan/ti, termasuk para kurir di lapangan, merupakan prioritas utama perusahaan.
Saat ini pihak JNE telah berkoordinasi secara aktif dengan pihak berwenang untuk membantu proses penyelidikan dan memastikan pelaku segera ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Kurir JNE bernama Hasan (25) pada saat kejadian, sedang berteduh dari hujan di Jalan Maksudi, Astanaanyar, Bandung. Dalam rekaman CCTV yang beredar, ia didatangi 4 orang pelaku yang mengendarai 2 motor. Kondisi jalan tampak sepi.
Dilaporkan Kompas (4/5), Kompol Fetrizal S selaku Kapolsek Astanaanyar, menyebut seorang pelaku awalnya meminta plastik untuk membungkus ponsel kepada korban. Situasi berubah saat salah satu pelaku menodongkan pisau lipat ke arah korban.
Korban menghindar lalu lari, mencoba mencari pertolongan. Kondisi hujan lebat membuat tidak ada warga yang mendengar teriakan korban. Pelaku berhasil membawa motor korban dan 12 buah paket, karena kunci masih menempel di motor.
Berkat kerja sama kepolisian dan warga setempat, 2 pelaku berhasil ditangkap pada malam harinya. Kedua pelaku sempat menjadi sasaran bogem mentah para warga. Saat ini kepolisian masih memburu 2 pelaku lainnya.