IDWS.ID

Science

14 Fakta Bendungan Tiga Ngarai, Bendungan yang Mampu Memperlambat Rotasi Bumi

30 Jan 2019

IDWS, 30 Januari 2019 - Kalian mungkin pernah menjumpai bendungan saat bepergian, atau malah tinggal tak jauh dari sebuah bendungan. Namun, seberapa banyak kalian tahu mengenai Bendungan Tiga Ngarai di Cina?

 

Bendungan Tiga Ngarai di Cina. (putneymark/Flickr)

Sebagai awalan saja untuk kalian yang "mungkin" belum paham benar akan bendungan. Bendungan adalah bangunan buatan manusia yang dibuat di sepanjang sebuah sungai atau aliran air bervolume besar lainnya untuk mengumpulkan air pada suatu titik serta memanipulasi aliran air tersebut untuk kepentingan manusia, seperti irigasi atau menghasilkan aliran listrik.

 

(pinterest)

Bendungan bisa jadi sangat aspiratif, bukti dari kecerdasan manusia dalam memodifikasi alam untuk memberi daya bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Ironisnya, di saat yang sama bendungan juga kerap kali menjadi subyek dari kontroversi — baik nasional maupun internasional — yang tak jarang sangat signifikan. Dan hingga saat ini belum ada bendungan yang menyamai status Bendungan Tiga Ngarai sebagai bendungan paling kontroversi di dunia.

via GIPHY

 

Bagaimana tidak, saking masifnya bendungan ini, ia mampu memperlambat rotasi Bumi!

Jadi jika kamu ingin tahu cerita di balik Bendungan Tiga Ngarai dan apa yang membuatnya kontroversial, baca 14 fakta bendungan tersebut di bawah ini:

 

1. Ide Bendungan Tiga Ngarai datang dari Sun Yat-Sen

 

 

Seringkali dianggap sebagai bapak Cina Modern, Sun Yat-sen awalnya melontarkan ide akan Bendungan TIga Ngarai sejak nyaris 90 tahun lalu, tepatnya awal 1919. Setelah menggulingkan Dinasti Manchu pada tahun 1922, Sun Yat-sen memantik sebuah revolusi yang nantinya akan membentuk Republik Rakyar Cina.

Dalam sebuah artikel berjudul "Sebuah Rencana untuk Pengembangan Industri", Sun Yat-sen mengajukan ide untuk membangun sebuah bendungan yang tak hanya membantu mengendalikan banjir dari Sungai Yangtze, namun juga menggambarkan kekuatan baru Cina. Akan tetapi, idenya tersebut baru terwujud puluhan tahun kemudian.

 

2. Bendungan Tiga Ngarai Sangatlah Masif

Meski ada klaim yang mengatakan bahwa Bendungan Tiga Ngarai terhilat dari luar angkasa, hal ini tidaklah benar. Akan tetapi hal ini tidak mengubah fakta bahwa bendungan ini sangat amat masif, apalagi mengingat ini adalah hasil buatan manusia.

Terbuat dari kombinasi baja dan beton, bendungan ini memiliki panjang 2.335 meter (7.661 kaki / 1,45 mil) dan puncak dari bendungan berada di ketinggian 185 meter (607 kaki) di atas permukaan laut. Tembok bendungan sendiri setinggi 181 meter (594 kaki).

Para insinyur membutuhkan 463.000 ton baja untuk membangun Bendungan Tiga Ngarai. Sebagai perbandingan, baja sejumlah itu cukup untuk membangun 63 Menara Eiffel. Selain itu, 27.2×106 m3 beton juga dihabiskan dalam proses pembangunannya.

 

3. Tiga Tujuan Utama

Meski Bendungan Tiga Ngarai lebih banyak mengundang kontroversi, bendungan ini adalah kebanggaan rakyat Cina, dan dipandang sebagai mahakarya teknik yang merefleksikan kemajuan teknologi Cina dalam bidang energi yang dapat diperbaharui.

Bendungan Tiga Ngarai dibangun dengan tiga tujuan: Mengendalikan banjir, pembangkit listrik tenaga hidroelektrik, serta kemajuan navigasi.

 

4. Penyuplai Energi Raksasa

Bendungan Tiga Ngarai menyuplai energi kepada jutaan orang lewat 34 generatornya masif yang mampu menghasilkan 87 TWh (terawatt per jam) setiap tahunnya dengan rekor tertinggi 98,8 TWh, hanya kalah dari Bendungan Itapu yang menghasilkan 103.1 TWh.

Kurang lebih, jika mengambil perbandingan, Bendungan Tiga Ngarai mampu menghasilkan energi setara dengan membakar 25 juta ton minyak mentah atau 50 juta ton batu bara.

 

5. Memakan Beberapa Dekade Untuk Jadi Realita

(World Viewers Stop)

Ide untuk membangun bendungan yang cukup besar untuk membendung Sungai Yangtze pada awalnya terdengar mustahil. Setelah Sun Yat-sen mencetuskan ide tersebut pada 1919, Bendungan Tiga Ngarai baru didiskusikan lagi pada 1944-1946.

Republik Rakyat Cina (RRC) menanda tangani kontrak dengan Biro Reklamasi Amerika Serikat untuk mendesain bendungan tersebut pada tahun 1946. Akan tetapi, proyek tersebut ditinggalkal begitu saja karena terjadinya perang saudara Cina seiring dengan meletusnya Perang Dunia II. Ada beberapa kali usaha untuk membangun bendungan itu antara tahun 1950an dan 1970an, sayangnya situasi sosial negara yang tidak kondusif memaksa pembangunannya ditunda.

Hari pertama konstruksi Bendungan Tiga Ngarai baru dimulai secara resmi pada 14 Desember 1994 dan mulai beroperasi pada 2009. Ada banyak penyesuaian yang terus dilakukan hingga saat ini.

 

6. Mengalami Banyak Penundaan

(Michael Gwyther-Jones/Flickr)

Sejak konstruksi Bendungan Tiga Ngarai diumumkan pada 1994, proyek ini telah diterpa kontroversi serta penundaan.

Dijadwalkan rampung pada 2008, namun karena biaya, kekhawatiran akan dampak kepada lingkungan, korupsi politik pemerintahan, serta isu-isu pemindahan warga membuat megaproyek ini berjalan sangat lamban.

 

7. Polusi Air

 

 

Salah satu kontroversi terbesar dari Bendungan Tiga Ngarai adalah kerusakan yang disebabkannya ke lingkungan.

Diestimasikan, 70 persen dari air bersih Cina terkena polusi dan Bendungan Tiga Ngarai memperparah keadaan. Bendungan itu berdiri di atas fasilitas-fasilitas pembungan sampah serta operasi-operasi tambang. Belum lagi menyebut 265 juta galon limbah mentah dibuang ke Sungai Yangtze setiap harinya.

 

8. Migrasi Masif

Ketika proyek Bendungan Tiga Ngarai dimulai, 1,2 juta orang terpaksa direlokasi dan mencari rumah baru.

Hingga saat ini, pemerintah Cina bahkan masih memindahkan orang-orang keluar dari area, di mana ratusan ribu orang masih harus dipindahkan dalam beberapa tahun ke depan.

 

9. Pengendalian Banjir yang Lebih Baik

(International Rivers)

Banjir musiman dari Sungai Yangtze telah menjadi penyebab utama kekhawatiran rakyat cina yang sering terkena bencana alam sejak zaman dulu. Sungai Yangtze adalah sungai terpanjang ketiga di dunia, mencapai 6,357 kilometer.

Bendungan Tiga Ngarai membantu mengendalikan, atau setidaknya memanipulasi Sungai Yangtze saat banjir musiman datang, membantu melindungi jutaan rumah dan kehidupan yang tinggal di muara, serta kota-kota penting yang berjejeran dengan Sungai Yangtze seperti Wuhan, Nanjing dan tentunya, Shanghai.

Waduk yang tercipta oleh Bendungan Tiga Ngarai memenuhi area sebesar 632 km2.

 

10. Punya Lift Kapal

 

 

Sungai Yangtze adalah salah sarana transportasi air sejak zaman dulu kala, dengan besarnya jumlah kapal yang melewati sungai tersebut. Bendungan Tiga Ngarai dilengkapi dengan lift khusus kapal dan ship lock (seperti tangga raksasa di air) untuk mengakomodasi kapal-kapal dalam tersebut. Kapal kargo menggunakan ship lock, sementara kapal penumpang menggunakan lift/elevator kapal.

 

11. Penghasil Energi Tenaga hidroelektrik Terbesar di Dunia

Turbin Francis dari Bendungan Tiga Ngarai (Wikipedia)

Bendungan Tiga Ngarai memiliki 34 generator dengan 32 di antaranya adalah generator utama, masing-masing dengan kapasitas 700 MW dan 2 generator tambahan dengan masing-masing kapasitas 50 MW, membuat kapasitas total Bendungan Tiga Ngarai mencapai 22,500 MW. 11 kali lebih besar dari Bendungan Hoover.

Energi yang dihasilkan Bendungan Tiga Ngarai begitu besar, hingga disebut-sebut menyokong mayoritas kebutuhan energi Cina secara keseluruhan.

 

12. Dampak Negatif Terhadap Lingkungan

(International Rivers)

Wilayah di sekeliling Bendungan Tiga Ngarai merupakan rumah bagi 6,400 spesies tanaman, 3,400 spesies serangga, 300 spesies ikan, dan lebih dari 500 spesies vertebrata.

Bendungan tersebut tak hanya mempengaruhi spesies-spesies ini, namun juga lingkungan tempat mereka tinggal.

Erosi waduk bendungan menyebabkan longsor yang bahkan mengancam budidaya ikan terbesar dunia yang berlokasi di Laut Cina Timur. Bendungan Tiga Ngarai sangat masif hingga menciptakan iklim mikro yang  mengancam ekosistem dari wilayah di sekitarnya.

 

13. Memakan Biaya Besar

Megaproyek seperti Bendungan Tiga Ngarai tentunya memakan biaya tidak murah. Estimasi dari total biaya pembangunan bendungan berkisar antara US$25 milyar (sekitar Rp.352,925 trilyun) hingga US$37 milyar (sekitar Rp.522,477 trilyun).

Proyek ini sempat tersendat oleh penolakan dari parlemen Cina karena tingginya biaya serta 140 kota kecil, 13 kota besar, dan 1,600 pemukiman yang hilang saat bendungan tersebut dibangun.

 

14. Memperlambat Rotasi Bumi

 

 

Begitu masifnya Bendungan Tiga Ngarai, mengakibatkan perlambatan pada rotasi Bumi yang disebabkan oleh fenomena inersia. Ketika bendungan berada dalam kapasitas maksimum, waduknya mampu menampung 42 milyar ton air. Perubahan massa sebesar itu berdampak pada rotasi Bumi, mengakibatkan waktu dalam sehari bertambah lama sebesar 0,06 mikro detik.

 

(Stefanus/IDWS)


Sumber: Interesting Engineering

Share    

IDWS Promo