IDWS.ID

Berita Internasional

Cuaca Ekstrim Kutub Hantam Amerika Serikat, Air Mendidih pun Langsung Membeku

31 Jan 2019

IDWS, Kamis, 31 Januari 2019 - Cuaca ekstrim kutub tengah melanda Amerika Serikat, membawa temperatur mematikan khas kutub Bumi ke warga Amerika.

Pemerintahan Wisconsin, Illinois dan Michigan mendeklarasikan situasi gawat darurat karena temperatur terjun bebas mencapai -32 derajat Celsius di Dakota Utara dan -52 (ada yang melaporkan -54) derajat Celsiu di Minnesota. Yang mengejutkan adalah bahwa temperatur tersebut ternyata lebih dingin dari pada temperatur di Antartika.

 

 

Sekedar informasi, menurut National Weather Service (NWS), angin yang membawa udara bersuhu -32 derajat Celsius dapat membekukan kulit manusia dalam jangka waktu 15 menit.

Dilansir dari BBC, setidaknya 8 orang dilaporkan meninggal  karena cuaca Artik tersebut.

Cuaca ekstrim kutub tersebut diakibatkan oleh terpisahnya pusaran kutub yang membuat temperatur dingin yang ekstrim menyebar jauh ke daerah selatan dari benua Amerika Utara.

Dilaporkan ratusan sekolah terpaksa diliburkan dan puluhan penerbangan terpaksa dibatalkan.

 

Air Mendidih Langsung Membeku, Sungai Berasap, dan Fenomena Lain

Saking dinginnya temperatur di AS, ketika seseorang melempar air mendidih ke udara, air tersebut langsung membeku sebelum menyentuh tanah. Terutama jika saat ini berada di Midwest, maka air akan langsung berubah menjadi kabut kebekuan.

 

 

 

 

Apa yang terjadi jika cairan yang mengembang apabila terpapar suhu rendah ditempatkan dalam wadah bertekanan tinggi? Contoh sederhananya adalah kaleng minuman, dan hasilnya adalah meledak!

Kusen pintu pun tak luput dari dinginnya suhu ekstrim di sana.

 

 

 

 

Lebih mengherankan lagi adalah aksi dari Kota Chicago yang menjaga rel kereta di kota itu tetap operasional dengan membakarnya!

 

 

Selain itu, sungai-sungai di Chicago juga terlihat mengeluarkan asap. Karena suhu air lebih hangat dari udara di sana, asap-asap pun mengepul dari permukaan sungai di mana fenomena ini seringkali disebut "kabut uap" atau "lautan asap".

 

 

 

(stefanus/IDWS)


Sumber: USA Today, BBC

Share    

IDWS Promo