IDWS.ID

Berita Internasional

Hot News: Bangladesh Mencekam, Kerusuhan Besar-Besaran Pemerintah vs Pelajar

07 Aug 2018

Bangladesh mencekam.

Puluhan ribu remaja melumpuhkan beberapa kota besar di Bangladesh sebagai bentuk protes akan sektor transportasi negara dari Asia Selatan tersebut yang seakan tanpa hukum. Kericuhan ini bermula ketika pada tanggal 29 Juli 2018 kemarin, dua orang pelajar di Dhaka tewas tertabrak bus komersil yang dimiliki dan dioperasikan oleh seorang relatif dari salah satu perdana menteri Bangladesh, Shahzahan Khan.


 

 

 

 


Pengemudi bus tersebut diduga tidak memiliki surat izin mengemudi dan diberitakan telah ditangkap pihak berwenang. Kejadian mengenaskan tersebut memicu sebuah demonstrasi di Ibukota Dhaka yang diikuti oleh lebih dari 7,000 pelajar remaja yang kemudian menghentikan kendaraan-kendaraan umum yang lewat untuk mengecek kepemilikan surat izin mengemudi sopirnya. Mobil-mobil polisi pun tak luput dari sasaran. Seorang saksi mata, mengatakan bahwa banyak orang tua pelajar yang turut serta dalam demonstrasi tersebut dengan membantu mendistribusikan makanan dan minuman. 

Celakanya, Khan bukannya membantu meredakan suasana, malah semakin memperkeruh. Ia dengan lantangnya merespon para demonstran dalam sebuah konferensi pers dengan menyebutkan bahwa masih banyak negara lain yang memiliki angka kematian karena kecelakaan lalu lintas yang lebih besar dari Bangladesh, seperti India, dan rakyatnya tidak melakukan protes. Pernyataan kontroversial ini semakin menyulut kemarahan rakyat terutama para pelajar yang tengah berdemo, membuat demonstrasi tersebut terus berlangsung. 

Demonstrasi masih terus dilanjutkan selama beberapa hari meski pemerintah telah melontarkan ancaman keras untuk menghentikannya. Buntutnya, demonstrasi ini menjadi tragedi baru dan lebih parah setelah reaksi pemerintah yang kejam. 

Pada hari Senin (05/08/2018) kemarin, pihak berwajib menggunakan kekerasan untuk membubarkan para pendemo dengan tongkat pukul serta mematikan jaringan internet mobile di Ibukota Dhaka. Polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan paksa para pelajar remaja di area luar Universitas Dhaka, daerah Shahbag. Bangladesh Chhatra League (BCL), sebuah organisasi politik pelajar di Bangladesh yang menjadi bagian dari pemerintahan Awami yang tengah berkuasa juga dikabarkan mengamuk di jalanan dan menyerang para pelajar yang mengikuti demo tersebut bahkan para jurnalis dan fotografer freelance. 

Tak hanya itu, kepolisian Bangladesh juga menangkap atau mengamankan para aktivis HAM dan fotografer yang dicurigai memiliki hubungan dengan protes tersebut. 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Rumor akan penembakan dan pemerkosaan yang dilakukan BCL juga mengapung di sosial media Salah satu rumor menyatakan bahwa sekelompok siswi disekap dan dilecehkan secara seksual di Kantor Pusat Awami League di Dhanmondi 3/A. 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Kecelakaan lalu lintas di Bangladesh bukanlah hal yang jarang terjadi. Lebih dari 3.000 orang kehilangan nyawa dalam kecelakaan lalu lintas di negeri ini setiap tahunnya, menurut data yang disusun oleh WHO. Berbagai negara juga turut angkat suara mengenai tragedi Bangladesh ini, termasuk juga UNICEF:


 

 

 

 


Hingga berita ini ditulis, belum jelas jumlah pasti dari korban, atau adakah korban jiwa dalam tragedi ini. Semoga krisis di Bangladesh cepat terselesaikan dan mereka yang bersalah mendapatkan ganjarannya ya. Bayangkan jika hal seperti ini terjadi di Indonesia yang notabene berpenduduk lebih besar dari Bangladesh. Untung saja hukum kita setidaknya — meski tidak bisa dibilang top — masih jauh lebih baik dari mereka. Bolehlah kita tengok dan peduli pada negeri tetangga, tapi jangan lupa bahwa negara kita Indonesia. Tanggapilah berita ini dengan dewasa. Pelajari apa yang perlu dipelajari dan hindari apa yang perlu kita hindari dari kasus-kasus yang dialami negara lain. Indonesia maju!  

Share    

IDWS Promo

IDWS Event